Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

/ Belajar Tidak Ada Ruginya /

Gambar
/ Belajar Tidak Ada Ruginya / Oleh: M. Taufik N.T # Nafsiyah # MuslimahNewsID  -- Ketika sudah belajar beberapa lama namun tidak juga kunjung mengerti dan mencapai hasil seperti apa yang diinginkan, sebagian orang merasa bahwa upayanya tidaklah berguna, sia-sia belajar kata mereka, lalu mereka berhenti. Padahal, masalah mau paham atau tidak, disamping itu ada usaha manusia, namun Allah juga yang menentukan mudah tidaknya seseorang memahami pelajaran. Lebih dari itu, sekalipun tidak ada satu katapun yang dipahami/ dihafal dalam majelis ilmu, hadir dan belajar tetaplah mendapatkan kemuliaan. === Imam Abu Laits (w. 373 H) dalam Tanbîh al-Ghâfilîn h.439 menyatakan: مَنِ انْتَهَى إِلَى الْعَالِمِ، وَجَلَسَ مَعَهُ، وَلَا يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَحْفَظَ الْعِلْمَ، فَلَهُ سَبْعُ كَرَامَاتٍ Siapa yang berhenti di sisi orang ‘alim, dan duduk dalam majelisnya, dan dia tidak mampu untuk menghafal ilmu tersebut, maka baginya (tetap) memperoleh tujuh kemuliaan: أَوَّلُهَا: يَنَالُ فَضْلَ الْمُتَعَل...

Baik Dengan Tapi?🤨

Gambar
Ada yang ngasih hadiah atau sekedar ngasih bantuan kecil tapi berharap dibalas sama orang yang diberi bantuan itu, ada? Adaaaa ⁣ Baik sih... tapi pakai “tapi” Baiknya karena mengaharap imbalan, eh tapi sebenernya boleh kok berbuat baik lalu mengharap imblan. Yakan? Ya gak? ⁣. Hidupnya muslim sejati itu tenang Sebab tiap kali dia berbuat baik dia tak akan mengharapkan balasan dari makhluk, semua sudah pasti akan dibalas oleh Rabb-Nya, sesuai takarannya bahkan dilipat gandakan: begitu janji-Nya Sebab itu dia tenang, harapannya tak diletakkan pada makhluk Mungkin jika saat ini masih ada celah ketidak tenangan dalam hati kita, itu karena kita masih bergantung pada makhluk . Orang yang niatnya udah lurusnya kadang masih punya rintangan di jalan yang ditempuhnya. Adaaaa aja cobaannya⁣ Terus gimana yang niatnya masih sering belok-belok (kayak kita😭)?⁣ ⁣ Emang ya, “niat” itu suatu hal yang crucial, bisa jadi jembatan bisa juga menjerumuskan⁣ ⁣ Yaaa kalau niatnya tulus berbuat baik: jadi jemba...

Memanah Hatimu😍

Gambar
*HUKUM WANITA MENAWARKAN DIRI KEPADA LAKI-LAKI* *OLEH: KH. M. SHIDDIQ AL JAWI* *Tanya :* _Ustadz, bolehkah seorang akhwat menawarkan diri kepada ikhwan shaleh ? Bagaimana hukum syariatnya jika yang mendahului akhwatnya?_ (Bunda L, Jatim) *Jawab :* Boleh hukumnya secara syariah seorang perempuan menawarkan dirinya kepada seorang laki-laki yang shaleh agar menjadi istrinya, baik laki-laki itu belum beristri (masih bujangan) maupun sudah beristri (mutazawwij), berdasarkan dua hadits Nabi SAW yang shahih berikut ini; Pertama, dari Sahal RA bahwa seorang perempuan pernah menawarkan dirinya kepada Nabi SAW. Maka berkatalah seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW,”Wahai Rasulullah nikahkanlah saya dengan perempuan itu.’ Rasulullah SAW bertanya,’Apa yang kamu miliki [sebagai mahar]?” Laki-laki itu menjawab,”Saya tidak mempunyai sesuatu pun.” Rasulullah SAW bersabda,”Pergilah dan carilah walau pun itu sebuah cincin dari besi…” (HR Bukhari, no 4833 & 5136). Kedua, dari Tsabit Al Bunaani RA, ...

Dia

Masih sama, Semua tercipta dengan sendirinya Hari bergeser melawan keadaan luka, Langkah ini akan tetap bertemu sarangnya. Kamu, yang setia bacakan isi nurani Kamu, yang hadirkan aku akan rasa ini Kamu, yang adakan aku tentang ciptaan rasa ini. Aku salah, jika jatuh cinta padamu? Not bad! Semua bermula saat kau membuka jalan terbuka, Memang bukan aku sang pujaan kasih cinta, Bukan aku yang bersaksi atas apa yang hadirkan aku rasa ini dulu, Bukan salah hati ini terpatri. Maaf, jika diri ini lancang berbicara. Maaf, jika Anda tak perkenankan saya untuk berbanyak kata. Cukup, untaian kalimat ini yang buat ku menetap di tempat yang sama. Boleh kah aku jika meminta mu untuk meminta ku? Boleh kah? Aku ingin, dipinta oleh orang istimewa, dengan cara Istimewa. Jika tak bisa, tak apa. Kau tak mengenal ku, tapi kau bisa menelusuri aku dari catatan menulis tentang diriku. Semoga, takdir melangkah tepat pada sasaran jiwanya ☺️ Jika ini sudah kau baca, silahkan benci aku sesuka, yang kau mau. End? ...

Sendiri, Butuh Kesabaran Tinggi

Menanti, tentang hati yang akan berlari terpatri. Cinta akan datang di waktu yang tepat. Cinta akan melangkah di waktu yang diikat. Allah tak salah pilih, jika seribu kali gagal ikhtiarkan hati memilih hidup mendaki, sesempit kubah semut pun, pasti kan datang berlari. Cinta akan menyatukan kita pada kepastian yang ada. Tak ada salah singgah, tak ada salah cinta. Mungkin tertolak sepuluh kali buat aku sakit hati. Salahkah jika hati ingin penuh dipilih oleh pemikat hati? Salahkah jika diri terbaper pada suatu kelainan harapan palsu? Salahkah jika diri ingin dipinta istimewa, oleh orang yang memang istimewa? Salahkah? Ya Allah, limpahkan sabar. Limpahkan rasa ini selain pada-Mu. Jangan jadikan aku baper hanya dengan melihat mereka yang sudah diikat cinta halalnya. Percikkan aku rasa surga-Mu yang lebih berarti untuk menanti dia yang kau simpan rapi. Jaga hatiku, untuknya, untuk jalan pada-Mu, bersama dengan segala kelemahan ini. Sungguh, aku lebih berpasrah pada-Mu. Tak lagi pada mereka, ...

Life is Not Only Looking For The Best

Gambar
Gagal Menerima Setiap orang itu berbeda-beda. Begitulah nasehat yang saya dengar. Kalimat yang mampu buat aku tergerak, bahwa, memang setiap orang punya cara-cara sendiri mengartikan hidup. Mulai dari seleranya, maunya, cara berpikir, cara menghadapi sesuatu, apalagi cara meresponnya. Semua punya ciri khas. Jangankan perbedaan dengan teman sebaya, atau tetangga sebelah yang suka nyinyir. Sesama satu rumah pun, kita punya banyak sekali cara khas menyikapi sesuatu.  Mulai dari kerja rumah, kerja di luar rumah, dan interaksi sesama. Semuanya, beda. Gak ada yang sama. Terkadang kita malah menjadi sangat egois ketika kita berhadapan dengan orang terdekat, betul tidak?  Tapi, mengapa seperti menjadi kegagalan begini? Belum lagi aku membangun keluarga kecil nanti. Terdidik saja aku sulit menyempurnakan. Mendidik apalagi. Banyak sekali kegagalan. Berhari-hari merasa resah, kenapa sulit sekali sabar?😖 Padahal, aku punya Allah. Yang siap menampung keluh kesah ku, rasanya masih sama sus...

GELAR ISTRI YANG LEBIH TINGGI, MASALAH KAH??

Gambar
Teman, gimana sih pendapatmu tentang perempuan yang pendidikannya lebih tinggi dari suaminya? Misal perempuannya S3 gitu, sedang suaminya hanya lulusan SMA aja atau bahkan lulusan SD.? Memang terkadang cinta tak mempersoalkan status sarjana atau tidak. Tapi banyak di antaranya menjadi sandungan tersendiri. Untuk yang berpikiran panjang dan terbuka, jelas banget hal kayak begini sangat gak etis dalam benaknya. Toh, kecerdasan dan kemampuan berpikir itu tidak dilihat dari gelar sarjananya, bukan? Kalau iya sarjana itu adalah wadah orang-orang yang berintelektual, berwawasan tinggi, dan berpikir cemerlang, Indonesia pasti akan maju. Gak mungkin stag di tempat, utang negara terombang-ambing, dan masyarakat tentu tenang dong hidup dalam pandemi sekarang. Ya kan?  Coba deh buka sedikit aja kita pahami takdir. Kalau pun seorang perempuan ada yang tidak menerima ketika calon suaminya tidak sama bergelar sarjana, itu beda persoalan lagi. Perempuan yang bermasalah. Kita sebagai muslim yang d...

Jangan Pacaran, Ta'aruf Aja! (1)

Gambar
JEBAKAN NAFSU "Ih, kenalin dong. Pacar baru, ya?" "Ganteng, kan?" "Pacar ke berapa nih?" "Makin bening aja pacar-pacarnya" ☝️☝️ Pernah kan dengar dialog kayak gitu? Bukan fiksi. Mereka menganggap bahwa kalau pacaran, artinya dia laku. Kalau yang enggak, gak normal lah, gak gaul lah, dsb.  Pacaran bisa diartikan sebagai hubungan batin antara sepasang insan, di luar pernikahan. Makna awalnya adalah ketika kedua insan berlawan jenis bertemu. Tapi seiring globalisasi, definisi pacaran mengalami perluasan. Jenisnya pun sudah bervariasi, kayak buah-buahan gitu dong ya?😂 Bahkan mereka yang sudah menikah bisa melakukan. Ada perselingkuhan, atau Sephia, pacargelap. PJJ atau Pacar Jarak Jauh (jauh ada, dekat pun ada.). Ada pun pacar dumay alias dunia Maya. Aneh sekali ketika seseorang merasa bahwa pacaran itu sebagai ukuran normal. Dan gak heran kalau banyak yang bilang, "namanya juga udah waktunya." Nauzubillah. "Kamu gak naksir apa sama c...

Puisi

Serpihan Bumi Sepanjang hari perjalan yang berat mengisi Tamasya bumi dengan senandung semilir dedaunan warna-warni Bayang-bayang bermimpi yang merindu sepanjang hari Perjalanan yang tiada pernah habis berhenti Sampai bayang detak jantung tak berdenyut Kembali Cahaya siang menerobos ruang pembaringan Ku pejamkan mata sekadar bergelanyut dalam irama  Kaca muram itu meneteskan air dalam sangkarnya Membuat sosok di antaranya gemetaran Ketika esok masih dalam dunia nyata Kan ku sapu bersih tetesan air mata Dengan perahu-perahu mimpi dan seonggok tugas negara Ah, rasanya ada yang hampa Sekonyong-konyong menerobos rata Berdesir akan satu permintaan Aku dan sederet cerita sederhana Nanti, kita berkisah kembali Menata ruang yang habis sebab tikaman polusi Perjalanan kita memang panjang Entah tak tahu kapan berakhir Jadi, sederhana berpuisi takkan habiskan kita merenggut mimpi Karena yang tahu, hanya kita yang layak menata isi perjalanan sepanjang hari Ahad, 5 Juli 2020