Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Edisi Ramadan_Hidup Berbensin

Gambar
Sadar nggak teman-teman? Ketika kita hidup, itu layaknya berkendara. Anggap saja motor sebagai perangkat hidup yang dimiliki kini. Yang selalu dirawat, untuk bisa kita pakai kemana pun kita mau pergi. Kita juga punya spion sebagai alat untuk tahu ancang-ancang pindah haluan. Jadi, ketika kita ingin berbelok, kita lihat juga apa yang ada di belakang. Agar kita juga bisa mengambil pelajaran masa lalu. Perjalanan ini masih panjang. Sesekali, kita harus berhenti, pun terkadang kita akan salah sasaran atau kejadian dari suatu bentuk ujian. Lelah ya, dear. Semenarik apa pun yang kita lihat di tengah perjalanan, ingatlah kalau kita hanya menumpang lewat--sekelebat. Tapi, kamu tak salah menentukan tujuan kan? Atau, pernah nggak kamu perhatikan para pemuda? Ada yang santai-santai, ada pula yang terburu-buru, ada lagi yang tertawa bersama temannya. Dan, ada juga yang disibukkan oleh tanggung jawab. Ia yang tak pernah peduli dengan keadaan dirinya yang bakal remuk, lelah, gak isti...

Edisi Ramadan_Dewasa Anti Nge-Baper

Gambar
#NoBaper Salah satu ciri kedewasaan seseorang adalah dia yang mampu mengatur emosi yang ada pada dirinya. Gak mudah baperan, stabil. Kalau pun ia sedih, ia tak berlebihan dalam kesedihan. Kalau ia marah, ia tak berlarut dalam kemarahannya. Kalau ia senang, ia tak berlebihan dalam kesenangannya. Kebalik dengan bocah. Kalau kamu lihat bocah, ketika ia sedih, ia meronta-ronta, jedukin kepala, guling-gulingan, dan gak mau bicara dengan siapa pun. Kalau marah, semuanya disalahkan sama dia, barang-barang dibanting, teriak-teriak gak tahu tempat, dan kalau punya keinginan harus diwujudkan sekarang juga. Nggak sabaran, nggak mau ngerti. Senang pun berlebihan, jingkrak-jingkrakan, lompat-lompatan teriak-teriak, umbar sana-sini. Dan, itu adalah bocah. Yang gak stabil, baperan. Kebayangkan kalau kamu ketemu sama orang dewasa yang baperan, gak dewasa, kayak anak kecil? Dikit-dikit marah, dikit-dikit sedih, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit tersinggung. Haduh, bakalan capek bang...

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan

Gambar
Bersamamu Ketika kita mencari teman atau pasangan yang sempurna, kayaknya kita gak akan pernah punya teman atau pasangan deh. Justru, hadirnya kita untuk melengkapi kekurangannya dia, dari dia untuk melengkapi kekurangan kita. Saling menyempurnakan dan saling melengkapi satu sama lain. Kalian tahu dalam cerita Naruto. Sasuke melindungi Naruto dari depan, kiri, kanan, belakang. Dia rela mengorbankan badannya sampai sekarat. Cuma buat melindungi sahabatnya Naruto. Dan ternyata ketika ditemukan dalam Al-Qur'an, pada surat at-Taubah ayat  119, yang keren, artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." Jadi, bertakwa pada Allah, harusnya disandingkan dengan orang yang benar. Berarti, kalau kita ingin bertakwa kepada Allah, kita harus bersama dengan orang yang benar. Dan kalau  kita tak bersama dengan orang yang benar, kita gak akan mungkin pernah bisa bertakwa. Bahkan, Nabi Muhammad saw. dalam m...

Edisi Ramadhan_Seperkasa Satria Nabi

Gambar
#CintaMati Ngomong-ngomong soal cinta, ketika kita cinta kepada seseorang, kita akan mengorbankan apapun demi orang yang cintai. Dan kalau pun kita memang benar mencintai Allah dan RosulNya, kita akan mau melakukan apa pun dan mengorbankan apa pun demi kebangkitan Islam. Apa pun akan kita berikan, apa pun akan kita korbankan. Mulai dari waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa sekali pun akan kita korbankan. Kalian tahu kan kisah Hinata yang selalu melindungi Naruto? Kenapa, ya? Padahal Hinata tahu ia tak lebih kuat daripada Paid. Hinata tahu kalau ia pasti kalah. Tapi kenapa ia mau melindungi? Jawaban jelas pasti. Simple. Karena Hinata cinta dengan Naruto. Maka, apa pun yang terjadi, ia akan mengorbankan semuanya dari pikiran, tenaga, harta, dan parahnya lagi nyawanya akan dikorbankan demi orang yang dicintainya. Kalau kita sebagai Muslim pasti akan lebih terpana lagi dengan kisah di buku Sirah Nabawiyah. Coba deh baca. Apalagi ketika tahu kisah mengharukan dari seorang Um...

KELUAR PONDOK, KELUAR DAKWAH?!

Gambar
KELUAR PONDOK, KELUAR DAKWAH?! Baidewei, kebanyakan dari para santri (umumnya) setelah lulusan atau keluar dari zona pesantren. Dakwahnya makin longgar. Bukan asumsi atau fitnah belaka. Tapi, sudah banyak sekali terbuka dan memantau segala sudut pandang yang berbeda-beda. Untuk itu, teman-teman alumni pesantren IBS Al-Amri khusus Akhwat mengadakan kajian ringan dan santai. Dengan begini, kami para alumni bisa produktif dalam berdakwah. Atau paling tidak, mengingat masa-masa dakwah di pesantren dan setelah dari sana. Tentu sangat berbeda porsinya. Teman-temannya juga sudah beda. Tapi, bukan berarti perbedaan itu yang kita ikuti. Nah, di sini, gimana sih agar tetap enjoy berdakwah, lepas dari pesantren? Harapannya, bukan menggurui dan segala macam. Tapi, sedikit banyak berbagi pengalaman sebagai alumni senior yang lebih lama keluar dari zona pesantren. Pengantar_ Setiap dari kita, pastilah punya pengalaman jika berkaitan selama masa di pondok Al Amri. S...