Sendiri, Butuh Kesabaran Tinggi

Menanti, tentang hati yang akan berlari terpatri. Cinta akan datang di waktu yang tepat. Cinta akan melangkah di waktu yang diikat. Allah tak salah pilih, jika seribu kali gagal ikhtiarkan hati memilih hidup mendaki, sesempit kubah semut pun, pasti kan datang berlari.

Cinta akan menyatukan kita pada kepastian yang ada. Tak ada salah singgah, tak ada salah cinta.

Mungkin tertolak sepuluh kali buat aku sakit hati. Salahkah jika hati ingin penuh dipilih oleh pemikat hati? Salahkah jika diri terbaper pada suatu kelainan harapan palsu? Salahkah jika diri ingin dipinta istimewa, oleh orang yang memang istimewa? Salahkah?

Ya Allah, limpahkan sabar. Limpahkan rasa ini selain pada-Mu. Jangan jadikan aku baper hanya dengan melihat mereka yang sudah diikat cinta halalnya. Percikkan aku rasa surga-Mu yang lebih berarti untuk menanti dia yang kau simpan rapi. Jaga hatiku, untuknya, untuk jalan pada-Mu, bersama dengan segala kelemahan ini.

Sungguh, aku lebih berpasrah pada-Mu. Tak lagi pada mereka, jangan. Tak ada lagi. 

Aku bimbang, ketika beberapa tawaran tentang si dia, namun sekejap hati tertolak tiba-tiba. Tak apa, bukan untukmu. Sebab, yang baik tak akan punah, sesuai apa yang sudah kau usahakan. Cinta sembunyi itu ada, iya, tertulis dalam buku lauful Mahfudz-Nya.

Gagal boleh ada. Penting niat hati tak pernah salah. 

Kalau ada yang bilang, "kapan?"

"Masih tersimpan."

Senyumin aja. 

Bahagia pada waktunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan