Jangan Pacaran, Ta'aruf Aja! (1)






JEBAKAN NAFSU

"Ih, kenalin dong. Pacar baru, ya?"

"Ganteng, kan?"

"Pacar ke berapa nih?"

"Makin bening aja pacar-pacarnya"

☝️☝️

Pernah kan dengar dialog kayak gitu? Bukan fiksi. Mereka menganggap bahwa kalau pacaran, artinya dia laku. Kalau yang enggak, gak normal lah, gak gaul lah, dsb. 

Pacaran bisa diartikan sebagai hubungan batin antara sepasang insan, di luar pernikahan. Makna awalnya adalah ketika kedua insan berlawan jenis bertemu. Tapi seiring globalisasi, definisi pacaran mengalami perluasan. Jenisnya pun sudah bervariasi, kayak buah-buahan gitu dong ya?πŸ˜‚ Bahkan mereka yang sudah menikah bisa melakukan.

Ada perselingkuhan, atau Sephia, pacargelap. PJJ atau Pacar Jarak Jauh (jauh ada, dekat pun ada.). Ada pun pacar dumay alias dunia Maya.

Aneh sekali ketika seseorang merasa bahwa pacaran itu sebagai ukuran normal. Dan gak heran kalau banyak yang bilang, "namanya juga udah waktunya."

Nauzubillah.

"Kamu gak naksir apa sama cewek/cowok gitu ya?". Begitu celetukan orang tua ketika sang anak yang beranjak baligh malah diam di rumah. Gak normal lah. Apalah.

Orang tua akan merasa senang ketika anaknya dibawa sama pria lain. Cowok yang bukan mahram. Malam mingguan menjadi rutinitas yang wajib berkencan. Kalau enggak, mereka akan merasa gelisah berkepanjangan. 

Belum lagi, banyak reality show tujuannya mencari pacarπŸ™„ dari sekian jumlah pria dan wanita diseleksi untuk mendapatkan sang pujaan dambaan. Acielahhhh.... Lebay!πŸ˜† Dalam acara tersebut, gak ada tuh unsur malu-malu kucing. Buka aurat, merayu-rayu, bersentuhan. Tak jarang, ketika acara sudah berakhir dan sudah menemukan pasangan kekasih baru, mereka saling berpelukan dan berciuman dengan leluasa. Tentunya, di depan para penonton, gak ada risih sama sekali. 

Nauzubillah.

Sedangkan dalam islam larangan untuk tidak mendekati zina di QS. Al-Isra' [17]: 32


Awalnya mungkin tak ada kontak fisik. Perlahan, dan seiring godaan setan yang meluas berbisik, sentuhan demi sentuhan pun terjadi. Makin hari, makin berani. Mulai berpegangan tangan, cium pipi, cium kening, dsb. 

Ukhty, mari cek. Kenapa sih berzina itu dilarang?

Seorang ahli tafsir (Ibnu Katsir) menjelaskan alasan dikhawatirkan terjerumus zina. Sebab telah dijelaskan dalam ayat tersebut jika zina adalah perbuatan keji.

Hal-hal yang memicu mendekati zina dalam pacaran, diantaranya:

✅ Memandang yang bukan mahram.

Pastilah kalau pacaran ada acara pandang-pandangan. Jargon yang pernah nge-hits, "Dari mata turun ke hati." Yang ada nih, "dari hati turun ke nafsu."

Jujur, benar atau betul?πŸ˜…

Dalilnya di QS. An-Nur [24]: 30-31

✅ Saling sentuh.

Ini juga dilarang kan? Bukan tanpa alasan. Dalam hadits Rasulullah Saw bersabda 

"Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dan besi adalah lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." [HR. Ath-thabrani]

✅ Berduaan

Pasti dilarang. Baik via dumay atau nyata, kenapa?

"Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahram kecuali yang ketiganya adalah setan." [HR. At-Tirmidzi dan Ahmad]


Dampak Lanjutan.
Getolnya aktivitas pacaran adalah adanya kehamilan yang tidak diinginkan.

Ada cerita seseorang, dari seseorang.

Yang mana peristiwa ini sangat miris sekali. Ketika itu orang tersebut masih bekerja di perpustakaan sekolah. Karena sibuk dengan pengunjung dan banyak kegiatan, dia sangat sering ketinggalan cerita. Termasuk cerita hikmah mendalam.

Seorang gadis berusia 20 tahun ke bawah. Dia sangat aktif organisasi dan sering menginap. Karena orang tua menganggapnya sudah dewasa, tak ada pengawasan dari orang tua. Kan, dewasa ya, ukhty?

Dia itu terkenal lincah dan bergonta-ganti pasangan. Kerap kali dilihat.

"Dia ditangkap polisi!"

Terdengar berita terbaru begitu.

"Baru melakukan aborsi," lanjutnya lagi.

Dan cerita demi cerita berlalu terdengar tak kuasa buat sang pendengar harus berlari. Ini adalah pelajaran. 

Apa sih yang terjadi?

Gadis periang itu baru membunuh bayinya di kamar mandinya. Mengikat lehernya hingga merah itu dengan kaos dalam. Bayi tanpa dosa itu harus merenggang nyawa sebab tak diinginkan?πŸ˜” Ia menjerat dan menguburkannya di dekat rumah. 

Astaghfirullah.

Ternyata, usut punya usut ini bayi kedua yang berakhir demikian. Ayahnya siapa pun tak tahu. Wanita itu dimasukkan dalam penjara.

Semoga kita dan keturunan kita serta kerabat dan teman-teman kita tak mengalami demikian. 

Mengerikan kan, ukhty?

Dampak pacaran yang begitu marak itu. Alangkah baiknya kita mencegah dan menjauhi. Dari pada mengobati?

Sebab, mengobati setelah terjerumus akan jauh lebih mengerikan dan merugikan lagi tak bisa dibayangkan.


🚫🚫🚫


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan