Puisi

Serpihan Bumi

Sepanjang hari perjalan yang berat mengisi
Tamasya bumi dengan senandung semilir dedaunan warna-warni
Bayang-bayang bermimpi yang merindu sepanjang hari
Perjalanan yang tiada pernah habis berhenti
Sampai bayang detak jantung tak berdenyut Kembali


Cahaya siang menerobos ruang pembaringan
Ku pejamkan mata sekadar bergelanyut dalam irama 
Kaca muram itu meneteskan air dalam sangkarnya
Membuat sosok di antaranya gemetaran
Ketika esok masih dalam dunia nyata
Kan ku sapu bersih tetesan air mata
Dengan perahu-perahu mimpi dan seonggok tugas negara

Ah, rasanya ada yang hampa
Sekonyong-konyong menerobos rata
Berdesir akan satu permintaan
Aku dan sederet cerita sederhana

Nanti, kita berkisah kembali
Menata ruang yang habis sebab tikaman polusi
Perjalanan kita memang panjang
Entah tak tahu kapan berakhir
Jadi, sederhana berpuisi takkan habiskan kita merenggut mimpi
Karena yang tahu, hanya kita yang layak menata isi perjalanan sepanjang hari

Ahad, 5 Juli 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan