Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

TERKIKIS RASA PENDIDIKAN YANG KETINGGALAN ZAMAN

Gambar
Oleh : Rahadatul Aisy   Ada orang yang baru merasa kebutuhan pokok tak lagi mudah. Tapi agaknya ada lebih banyak orang lagi yang merasa bahwa tugas memimpin sangat disepelekan. Mereka pemimpin, yang hanya sekadar memimpin. Memang semua kita harus berupaya untuk meneruskan pendidikan kuliah, meski banyak kesulitan. Namun rasanya, ada yang tidak sadar-sadar pada keputusan yang dilontarkan, dan pada kesalahan sistem pendidikan yang kita tinggali bertahun-tahun ini. Hal ini kelihatan sekali pada kemasan aturan pendidikan yang ada, kemudian tidak kita sadari keadaan dunia, dan tak kalah pentingnya adalah perasaan rakyat rakyat yang harus berjuang di tengah pandemi untuk melanjutkan hidup tanpa khawatir terhadap serangan virus COVID-19. Kemasan pendidikan rusak yang tidak kita sadari selama ini. Tidakkah kita berkaca pada sejarah kegemilangan Islam terdahulu tentang Pendidikan dalam Masa Khilafah. Yang mana perhatiannya sangat besar pada aspek pendidikan. Tak heran jika Khalifah membangu...

IMAN

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a, dia berkata : Rasulullah saw pernah bersabda, " Islam ditegakkan di atas lima pondasi : 1) Bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. 2) Mendirikan Salat. 3) Menunaikan Zakat. 4) Berhaji. 5) Berpuasa pada bulan Ramadan.

PERMULAAN

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab r.a., dia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah dengan niat untuk kepentingan duniawi atau untuk mencari perempuan yang akan dikawaninya, maka balasan hijrahnya sesuai dengan niatnya."  [HR. Bukhari :1] ++++  Setiap permulaan, pasti ada motifnya. Dan setiap yang akan kita lakukan bermula dari niatnya. Apa pun itu. Pekerjaan apa pun itu kita akan tergantung pada niatnya. Hayo, duh. Jangan-jangan saya udah salah langkah nih?  #SelfReminder

RAHASIA MASA DEPAN

Gambar
KAPAN NIKAH?? Sering gak kalau sebelum nikah digandrungi pertanyaan begini? Sering banget. Mungkin sesekali dua kali tak apa. Tapi kalau waktu nanya udah kayak jadwal makan. Bisa apa? Apalagi kalau pas BaPer? Gak tahu nih, seseorang yang salah yang mana. Entah si penanya yang emang usil, dan yang ditanya malah tak karuan?  Eh.. eh.. gak gitu sih. Ada juga yang gak BaPer. Cuma ya itu, sesekali perlulah kita belajar. Hehehe...  Wanita mana sih yang gak mau punya suami? Ideal banget lho impian begitu. Terlebih kita manusia normal, umur juga udah pas, tapi, kalau belum takdir kita bisa apa? Di era modern kayak gini, banyak banget wanita yang merasa bebas memilih pasangan. Terjun ke dunia pacaran untuk menjajaki pra pernikahan. "Gimana bisa nikah kalau gak pacaran?"  Begitu kiranya kebanyakan orang sekarang yang minimnya pengetahuan. Dibilang, ngeyel. Dikasih tahu, bantah. Disodorin dalil, eh, balik dalil?  Banyak kan, masa penjajakan itu gak menentu. Udah kayak kreditan ...

Berjuang, Bersama Pejuang

Gambar
Dalam peta kehidupan, sampah bumi berserakan Kucari cahaya pembuka alam Bersama kawan kami melingkari Atas apa yang harus kami cari-cari Warna bunga berkembang Kucari bayang, lalu menghilang Kepada skenario pemutar waktu Mencari-Nya atas kebenaran yang menentu Pada langit paparkan cerita Ku raba, ada apa sebenarnya? Dalam hati, ketenangan diri Tenggelam, tiada mau berdiri, sendiri Ya Allah yang Maha Pemberi Petunjuk Berikanlah kami selalu arahan hidup Oh, Allah yang Maha Benar Atas pagi dan petang yang terus memutar Kami haus'kan kebenaran Mudahkan kami membuka jalan Sebab keretakan bumi yang berceceran Bersama kawan satu perjuangan