Edisi Ramadhan_Seperkasa Satria Nabi


#CintaMati

Ngomong-ngomong soal cinta, ketika kita cinta kepada seseorang, kita akan mengorbankan apapun demi orang yang cintai. Dan kalau pun kita memang benar mencintai Allah dan RosulNya, kita akan mau melakukan apa pun dan mengorbankan apa pun demi kebangkitan Islam. Apa pun akan kita berikan, apa pun akan kita korbankan. Mulai dari waktu, tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa sekali pun akan kita korbankan.

Kalian tahu kan kisah Hinata yang selalu melindungi Naruto? Kenapa, ya? Padahal Hinata tahu ia tak lebih kuat daripada Paid. Hinata tahu kalau ia pasti kalah. Tapi kenapa ia mau melindungi? Jawaban jelas pasti. Simple. Karena Hinata cinta dengan Naruto. Maka, apa pun yang terjadi, ia akan mengorbankan semuanya dari pikiran, tenaga, harta, dan parahnya lagi nyawanya akan dikorbankan demi orang yang dicintainya.

Kalau kita sebagai Muslim pasti akan lebih terpana lagi dengan kisah di buku Sirah Nabawiyah. Coba deh baca. Apalagi ketika tahu kisah mengharukan dari seorang Ummu Umarah? Sedang Hinata, ia hanya fiktif belaka, yang jauh lebih mengharu biru Ummu Umarah.

Lalu, kamu pasti akan terkagum-kagum oleh sosoknya, "MasyaAllah, ternyata kita punya Hiro yang lebih real. Kenapa aku baru tahu, ya?"

Kamu tahu kan kalau Hinata punya jurus HAKKE SOJISO (Singa Biru). Yaitu singa biru ada di kepalan tangannya.

Begitupun dengan Ummu Umarah yang punya julukan HAMROUL ASAD (Singa Merah). Karena, di seluruh tubuhnya penuh banyak darah ketika melindungi Rosulullah Saw pada saat perang Uhud.

Ingat juga kan? Ummu Umarah itu seorang aktivis lho. Tapi, bukan sekadar seorang aktivis, juga seorang prajurit. Yang berarti badannya sehat, kuat, fit. Kan gak mungkin beliau ikut perang, lemah, manja, bergemulai? Gak mungkin banget.

Maka dari itu, ketika ada yang bilang, "Perempuan di rumah aja. Ngapain keluar-keluar? Apalagi jadi aktivis."

Ha? Siapa bilang?

Kalau dia bisa menjaga batasan-batasan nya sebagai seorang muslimah. Kenapa tidak? Berperang saja Nabi bolehkan, apalagi hanya sekadar menjadi aktivis? Sedang kita tahu pasti kondisi perang itu sangatlah ekstrem. Kita nggak akan bisa milih siapa yang akan harus kita hadapi. Kan lucu deh kalau misal kita, "Aku gak mau lawan kamu. Karena kamu bukan mahrom aku. Jangan dekat-dekat sama aku."

Yang namanya perang, bukan sekadar sentuhan atau pukul-pukulan, tonjok-tonjokan, tendang-tendangan, jambak-jambakan, tebas-tebasan, bahkan auratnya bisa terbuka, tertebas, hijabnya tersingkap. Lebih parah kan?

Nah, kebayang kan? Perang aja Nabi bolehkan. Apalagi cuma menjadi seorang aktivis. Yang InsyaAllah gak akan robek bajunya, gak akan tersingkap auratnya. Tapi, catat ya. Ia harus paham batas-batas syariat menjadi seorang muslimah.

Buat teman-teman yang lagi galau selalu. Mulailah dari sekarang untuk jaga tubuh kamu, jaga fisik kamu dengan olahraga. Karena, salah satu cara menghilangkan kesibukan hati adalah dengan kesibukan fisik. Dan mulailah dari sekarang. Gabung dengan aktivis, komunitas, dan organisasi untuk berkontribusi umat.

Hehe, Balik ke topik ya.

Jadi ketika perang Uhud, saat dimana pasukan kaum muslimin terpukul mundur, mereka lari ke atas bukit saat keadaan benar-benar kacau banget. Ternyata Rosulullah Saw tertinggal di belakang. Pada saat pasukan lari kocar-kacir, Ummu Umarah lari mencari Rosulullah Saw, "Mana Rosulullah? Dimana ia?". Nyatanya, Rosulullah tertinggal di bawah. Dan saat itu beliau sedang dikepung. Akhhhhhh!

Tanpa ragu, tanpa basa-basi lagi, Ummu Umarah langsung turun ke bawah untuk melindungi Rosulullah. Pada saat itu pula, Ummu Umarah tak berpegang senjata apa pun dan tak sempat mencari senjata. Sebab beliau hanya seorang medis. Ketika Rosulullah akan ditebas oleh musuh, Ummu Umarah datang melindungi Rosul dari belakang. Lalu, ketika serangan datang dari sebelah kiri Ummu Umarah pun melindungi, lalu dari depan, kanan, Ummu Umarah tak lengah melindungi Rosulullah. Suara tebasan itu renyah, dan darah segar tak hentinya keluar akibat sabetan pedang tersebut.

Kebayangkan temen-temen? Kena sayatan pedang? Sakitnya luar biasa. Kadang, kita kena sayatan pisau aja minta ampun. Apalagi sayatan pedang? Dan ini bukan fiksi belaka. Ini ada kisah asli.

Dalam tubuh Ummu Umarah, terdapat lebih dari 20 sayatan pedang. Yang paling parah lukanya di bagian leher.

Inilah bukti cinta Ummu Umarah terhadap Allah dan RosulNya.

Dan ketika kita ditanya, apa bukti cinta kita pada Allah dan RosulNya? Ketika ada pertanyaan itu, mungkin aku masih gamang menjawab apa.

Dear, sudahi ya galau nya. Karena masih banyak hal penting kita kerjakan begitu pun dengan permasalahan yang masih banyak kita selesaikan. Coba yuk kita isi waktu kita dengan kegiatan positif. Untuk memperkuat iman kita dan untuk membentuk karakter kita emnajdi lebih baik.

Tapi, kalau baca Sirah, darimana ya? Dari Sirah Nabawiyah☺️

Selamat menjalankan Ibadah Bulan Ramadhan๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜ Semoga kegiatan yang kita lakukan, berkah. Dan semoga tulisan ini bermanfaat ๐Ÿ™ƒ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan