Edisi Ramadan_Dewasa Anti Nge-Baper
![]() |
#NoBaper
Salah satu ciri kedewasaan seseorang adalah dia yang mampu mengatur emosi yang ada pada dirinya. Gak mudah baperan, stabil. Kalau pun ia sedih, ia tak berlebihan dalam kesedihan. Kalau ia marah, ia tak berlarut dalam kemarahannya. Kalau ia senang, ia tak berlebihan dalam kesenangannya.
Kebalik dengan bocah. Kalau kamu lihat bocah, ketika ia sedih, ia meronta-ronta, jedukin kepala, guling-gulingan, dan gak mau bicara dengan siapa pun. Kalau marah, semuanya disalahkan sama dia, barang-barang dibanting, teriak-teriak gak tahu tempat, dan kalau punya keinginan harus diwujudkan sekarang juga. Nggak sabaran, nggak mau ngerti. Senang pun berlebihan, jingkrak-jingkrakan, lompat-lompatan teriak-teriak, umbar sana-sini. Dan, itu adalah bocah. Yang gak stabil, baperan.
Kebayangkan kalau kamu ketemu sama orang dewasa yang baperan, gak dewasa, kayak anak kecil? Dikit-dikit marah, dikit-dikit sedih, dikit-dikit ngambek, dikit-dikit tersinggung.
Haduh, bakalan capek banget pasti interaksi sama orang kayak gini.
Kita harusnya bisa jaga sikap dan kata-kata. Karena, kalau salah sikap dan ucap, kita harus menjelaskan makna dari apa yang kita maksud. "Kok kamu gitu sih nangkapnya? Bukan gitu maksud aku." Dan kita akan menjelaskan panjang lebar, dan kita akan capek.
Tapi, sebenarnya baper itu manusiawi asal tak berlebihan. Maka dari itu, kita harus sering-sering melatih hati kita agar kuat, tegar menghadapi tsunami, badai, dan segala macam bencana. Karena dunia adalah ujian. Dan Dunia nggak sebaik itu dengan kita.
Tapi, sebenarnya baper itu manusiawi asal tak berlebihan. Maka dari itu, kita harus sering-sering melatih hati kita agar kuat, tegar menghadapi tsunami, badai, dan segala macam bencana. Karena dunia adalah ujian. Dan Dunia nggak sebaik itu dengan kita.
Di luar sana, ada yang lebih pantas baper dibandingkan kita. Coba berkaca pada Palestina, Suriah, Uighur, dan coba kita lihat Rasul saw. Gak pagi, siang, sore, malam beliau berdakwah, mengajak orang-orang agar masuk surga, mengajak orang-orang agar ikut merasakan indahnya iman. Tapi, tahu kan balasan mereka bagaimana? Malah Rasulullah dicaci, dimaki, dihina, diinjak-injak, dilempar tahi, dikatain gila, stres, dimusuhi oleh orang Makkah.
Dilelang juga. Siapa yang bisa membunuh Muhammad dan memenggal kepalanya, dan membawa kepalanya ke sini. Maka ia aka mendapatkan uang, jabatan, wanita, harta, semuanya.
Lihatlah. Nabi Muhammad saw. pantas BaPer, benci, marah, pantas dendam dan benci. Dan bilang seperti yang joger bilang, "Aku dendam seperti ini bukan karena aku mau. Tapi karena mereka sudah jahat sama aku. Dan orang jahat adalah orang baik yang tersakiti."
No! Enggak banget, dear. Karena Nabi Muhammad saw. gak pernah dendam dalam hatinya, Nabi Muhammad gak baperan, Nabi Muhammad selalu bisa mengolah hatinya dengan baik. Sampai Allah menurunkan ayat khusus untuk yang jahatin Nabi.
>> QS. at-Taubah : 80
اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
Percuma saja ya Muhammad, bagi orang-orang kafir itu mau kamu kasih peringatan, mau kamu bodoh amat sama mereka, mereka akan tetap menjadi kafir selama-lamanya.
Tapi apa kata Rasul?" Kalau begitu aku tetap memberikan peringatan bagi mereka walaupun mereka tidak mau menerima, tapi aku akan tetap memberi peringatan. Aku berharap, anak cucu mereka, anak-anak yang lahir dari mereka, menjadi orang-orang yang taat dan mau membersamai di jalan Robb."
*Ya Allah, betapa Rasul gak pernah baper, walaupun sekali Allah bilang*
Walaupun mereka meminta ampun 70 kali, mereka tidak akan diberi ampunan. Tapi apa kata Rasul? "Ya Allah, kalau begitu aku yang memohon ampun untuk mereka lebih dari 70 kali agar Engkau mau menerima taubat mereka, agar mau mengampuni kesalahan mereka.
Masyaallah, Laa Haulaa Wala Kuwwata Illa Billah.
Betapa luasnya ketegaran hati beliau. Anti BaPer. Lalu? Bagaimana caranya agar hati kita kuat, tegar, anti baper?
Teman-teman bisa perbanyak baca Qur'an dan pahami Sirah Nabawiyah. InsyaAllah dengan begitu sikap dan tingkah laku kita akan dewasa, hati kita akan kuat, tegar, dan anti BaPer.

Komentar
Posting Komentar