Edisi Ramadan_Hidup Berbensin





Sadar nggak teman-teman? Ketika kita hidup, itu layaknya berkendara. Anggap saja motor sebagai perangkat hidup yang dimiliki kini. Yang selalu dirawat, untuk bisa kita pakai kemana pun kita mau pergi.

Kita juga punya spion sebagai alat untuk tahu ancang-ancang pindah haluan. Jadi, ketika kita ingin berbelok, kita lihat juga apa yang ada di belakang. Agar kita juga bisa mengambil pelajaran masa lalu.

Perjalanan ini masih panjang. Sesekali, kita harus berhenti, pun terkadang kita akan salah sasaran atau kejadian dari suatu bentuk ujian.

Lelah ya, dear. Semenarik apa pun yang kita lihat di tengah perjalanan, ingatlah kalau kita hanya menumpang lewat--sekelebat.

Tapi, kamu tak salah menentukan tujuan kan?

Atau, pernah nggak kamu perhatikan para pemuda? Ada yang santai-santai, ada pula yang terburu-buru, ada lagi yang tertawa bersama temannya. Dan, ada juga yang disibukkan oleh tanggung jawab. Ia yang tak pernah peduli dengan keadaan dirinya yang bakal remuk, lelah, gak istimewa, atau bahkan merasa malu.

Tapi, semua itu bukan menjadi masalah.

Saat ditanya alasannya kenapa, sangat sulit untuk dijelaskan. Nyatanya, ada perut kecil yang mesti diisi, ada impian yang harus dikejar, dan ada peran khusus yang wajib ditindaklanjuti. Sejuta alasan, bahkan bisa lebih. Tak mesti sama. Karena kita punya alasan berbeda untuk tetap menjalankan hidup kita, sesuai dengan peran masing-masing.

Akan tetapi, kita seringkali tak sadarkan diri karena banyaknya masalah yang merindu diri kita. Namun, alasan ini menuntut kita dari segala apa yang dipunyai. Namanya, 'cinta'.

Buru-buru, mengebut, kejar tayang, agar sukses nantinya. Akan tetapi, banyak juga yang tidak begitu. Karena hidup itu layaknya berbensin ilmu. Dengannya kita tahu di mana pun kita akan pasti beradu dengan waktu. Maka, siapkanlah misi terbaik. Sebab kita tak hanya butuhkan kecerdasan otak, tapi juga kecepatan intelektual dan emosional yang sepadan.

Ada orang-orang yang belajar di tempat ujian yang tak nampak. Bernamakan sekolah kehidupan. Dan, tak semuanya punya kesempatan. Tapi, kita masih bisa mempersiapkan diri. Membekali perjalanan untuk menjadi sebaik-baiknya manusia di masa kini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan