Pemimpin Paling Malas (1)
Pemimpin Paling Malas
Adakah?
Sepertinya tidak ada. Karena beban seorang pemimpin tak lagi sekadar berleha-leha scrol sosmed atau bermain games sampai habiskan masa. Tak ada pemimpin, yang membawa jutaan rakyatnya duduk bersantai tanpa melakukan tugasnya sebagai pemimpin. Suatu waktu, suatu saat kita pasti akan menjadi seorang pemimpin, siapapun itu. Pasti. Maka, yuk berbenah dengan serius untuk mempersiapkan jadi pemimpin.
✔Pemimpin, Senantiasa Belajar
Pemimpin adalah dia yang senantiasa belajar. Luput dari rasa malas untuk membangun jiwa-jiwa pemimpinnya. Sejatinya, manusia yang malas belajar, sama halnya dengan manusia yang berhenti jadi pemimpin. Maka, mulailah memimpin diri sendiri untuk berani lebih baik, berani lebih maju, dan berani melawan takut pada hak negatif. Karena, memulai bangkit ke zona sibuk memang tak mudah, tapi bukan berarti tak bisa.
✔ Pemimpin Visioner
Adalah yang bisa melihat jangkauan lebih dari orang-orang biasanya. Apa yang harus dilakukan oleh pemimpin visioner? Dimulai dari mana? Mana yang harus dikembangkan?
Belajarlah dulu dari sebuah kamar. Pernah ingat kisah Imam Syafii yang menghias kamarnya dengan ilmu yang dipelajari untuk ditulis ke daun, kulit binatang, dan tulang? Tapi, karena beliau ingin belajar dengan rapi dan tenang, akhirnya beliau menghafal semua tulisan yang dihiasi di dinding kamarnya, lalu membuang tulisan-tulisan itu setelah bisa menghafal di luar kepala.
Kok bisa? Ya karena beliau adalah pemimpin visioner.
✔ Pemimpin adalah Manusia Jujur
Tanpa kejujuran, pemimpin tak akan ada gunanya, menjadi manusia munafik yang didoakan oleh jutaan rakyat terzalimi karena perbuatannya.
Seperti contoh, Muhammad Khadafi, mantan pemimpin Libya pernah munafik. Bagaimana kisah akhir hidupnya? Beliau dibantai oleh rakyatnya sendiri. Atau Saddam Hussein, mantan pemimpin Irak, juga pemimpin yang munafik. Matinya di tiang gantung, jasadnya bahkan mendapat jutaan cacian dari para rakyatnya.
Karena ilmu kejujuran ini, belajar dari hadits diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra., Rasulullah Saw., bersabda; "Hendaklah kamu berlaku jujur menuntunmu pada kebenaran dan kebenaran menuntunmu ke Surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur, sehingga ia tercatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehnya berlaku dusta karena kedustaanmu menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke Neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta, dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah SWT., sebagai seorang pendusta."
✔ Pemimpin Adalah Komunikator yang Handal
Yups, betul sekali. Karena seorang pemimpin diibaratkan juru bicara dalam sebuah tim. Untuk menjadi pemimpin, mau tidak mau kita harus handal menyuarakan pendapat, atau mengelola komunikasi antar sesama tim nya.
Ya, gimana aja kalau ada pemimpin tidak handal berkomunikasi? Mungkin ada. Tapi yakinlah, itu akan sangat membosankan. Jadi, yuk belajar komunikasi dengan baik dan lembut, menyenangkan hati orang lain, hingga membuat kita layak menjadi pemimpin. Dan ingat, pemimpin pembangun komunikasi yang baik.
✔ Pemimpin Cerdas Keuangan
Uang, layaknya bahan bakar seorang pemimpin. Sebagus-bagusnya kendaraan, tanpa ada bahan bakarnya, tak akan bisa ke mana-mana. Atau pertanyaan semacam,
"Gimana caranya dapat uang 10 juta satu bulan?"
Kalimat itu jelas membuat otak kepemimpinan berpikir dan berlanjut menemukan cara agar bisa mengelola kebutuhan uang rakyatnya. Sebagus-bagusnya sebuah keluarga terbahagia jika hal keuangan tak pandai mengelola nothing to do, lah.
Jadi, pandai-pandailah mencari uang, yang halal, yang mendekatkan diri pada Allah.
✔ Pemimpin Bijaksana
Yang mampu mengesampingkan mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Mulai dari membeli HP yang mahal untuk apa jika hari-hari dibuat sia-sia, main games, telpon pacar. Maka, tak perlulah HP mahal jika masih ada rasa syukur dan manfaat ke banyak orang. Tanpa merugikan diri sendiri juga tentunya.
Bijak itu bukan perkara ringan. Kadang berpikirnya butuh panjang. Karena memang takdir tak ada yang tahu kapan.
Seperti halnya kejadian bencana alam yang menimpa beberapa wilayah di dunia. Kalau harta terpendam, dan bumi marah sampai menghapus tanpa sisa,kita bisa apa?
✔ Pemimpin Motivasi
Kenapa ada orang yang malas? Bisa jadi karena kurangnya motivasi. Dan inilah jalan seorang pemimpin untuk membantu dan merangkul anak buahnya memotivasi.
Tak perlu marah-marah sampai habiskan urat. Cukup berilah pengertian dan motivasi agar tetap enjoy menjalankan amanah.
Menjadi pemimpin apalagi memberi motivasi pada banyak orang memang tak mudah. Tapi bukan berarti tak bisa. Lumrahnya setiap jiwa mengenali rasa kepemimpinan dalam dirinya. Hingga dia merasa penting untuk memotivasi dirinya sebelum memotivasi orang lain.
Susah menjalankan? Masih normal kok. Tenang
Komentar
Posting Komentar