Parah Sis!
Viral, saat ini siapa yang gak suka dikenal banyak orang? Dapat banyak pujian dari banyak orang, bahkan dari situ bisa menghasilkan uang~
Seneng kan? Iyalah.
Dari 1 video atau konten yang dibuat kemudian banyak disebarin sama orang-orang, dan ternyata banyaj yang suka dan ternyata lagi banyak yang ngikutin itu. Semakin banyak, semakin banyak dan semakin banyak yang ngikutin berharap ikutan viral kayak yang sebelumnya, utamanya kaum hawa.
Bisa dibilang mereka jadi berlomba-lomba mengejarnya. Iya, si eksistensi.
Tapi ada juga yang mereka lupa, ada yang perlahan-lahan ditinggalkan hingga hampir hilang dari tiap pemiliknya. Iya, rasa malu.
Kelewat merasa dia juga bisa kayak orang lain, tapi lupa kalau punya “aturan main” dari Rabbul ‘alamin
#PARAHSIS
Biar Kekinian—Part 1
Gak ada salahnya menjadi eksis
Pahlawan-pahlawan Islam juga eksis, dari masa ke masa, sampai saat ini, yakan?
Menjadi eksis gak salah, lebih-lebih kalau kita jadi eksis karna suatu kebaikan yang kita kerjakan
Tapi perlu kita inget nih dear, kalau orang-orang hebat terdahulu, yang biografi hingga keturunannya kita ketahui hingga saat ini: gak pernah berharap dirinya bakal jadi seorang yang eksis
Baginya dikenal oleh Rabb-nya adalah segala-galanya:)
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Asik banget ya tiq-toq-an atau ngga deh, sekedar nonton tiq-toq aja gitu...
Soalnya kayak banyak gerakan yang bikin bersemangat gitu kan, kayak itung-itung bisa jadi olahraga juga😅
Dari nontonin aja bisa ngebangun mood, menyenangkan aja gitu
Tapi tau gak sih apa yang lebih menyenangkan dari joget-joget atau sekedar lucu-lucuan? Pasti tau!
Iya, baca Qur’an.
Tanpa bergerak banyak, cukup duduk, baca dan mentaddaburinya mood kita bisa kebangun. Keren kan? Gak cuma ningkatin mood aja tapi dapet pahala juga (oya pasti!)
Pernah gak nyoba lagi sedih, butuh solusi, gundah gulana terus buka Qur’an secara random, baca dan berasa “nyesss” banget, tepat pada sasaran dan seketika semua sedih hilang gitu aja? Coba deh!
Kita ini hidup kan buat beribadah ya, so make sure apapun yang kita kerjakan mengandung pahala ya temans:)
#PARAHSIS
Malu, dialah mahkotanya seorang wanita. Dia juga yang menjadi akhlaknya Islam
Jika rasa malu dalam diri kita perlahan-lahan memudar, tak malukah dengan gelar “muslim” yang melekat pada diri kita?:(
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lainpun akan terangkat.” (HR. Al Hakim)
#PARAHSIS
Nanti, tiap akun sosial media pemilik akunnya akan meninggalkan dunia. Bukan cuma dunia maya, tapi juga dunia nyata. Bukan cuma sementara, tapi selama-lamanya
Apa yang kita sebarkan disana akan menjadi kenangan bagi followers kita, entah kenangan baik atau sebaliknya
Akan dikenang seperti apa kita nanti tergantung apa yang kita sebarkan saat ini
Kalau kamu ingin dikenang sebagai manusia seperti apa?
#PARAHSIS
Biar Kekinian—Part 2
Kenapa ya manusia itu baru mau taubat kalo udah divonis bakal meninggal sebentar lagi?:(
Emang, sebaik-baiknya pengingat adalah kematian
Tapi kan mati bisa kapan aja
Bisa waktu lagi tidur
Bisa waktu lagi makan
Bisa waktu lagi jalan
Bisa waktu lagi kajian
Bisa waktu lagi joget-joget juga
Beruntung, kalo kita mati lagi ada dijalan ketaatan, kalo misalnya lagi ngelakuin kemaksiatan? Naudzubillah😭
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kita tak akan pernah bisa jadi manusia yang moderat. Walaupun lisan dan tindakan berkata ingin adil tapi hati pasti tetap akan condong pada 1 sisi
Apalagi soal dunia, kita sangat tak bisa seimbang denganya. Apalagi jika membandingkannya dengan kehidupan setelahnya, iya... akhirat
Seseorang berkata, “kejar dunia untuk seberapa lama kita hidup didalamnya, kejar akhirat untuk seberapa lama kita hidup didalamnya.”
Membandingkan saja jauh rasanya, apalagi menyeimbangkan keduanya? Sangat tak pantas rasanya
Tapi anehnya, banyak yang terus mengatakan, “jangan terlalu kaku lah! yang penting dunia dan akhirat seimbang.”
Sedih rasanya, padahal hidup kita di dunia ini pun singkat, sangat singkat. Padahal hidup abadi kita nanti ditentukan pada hidup kita yang singkat saat ini
Tapi kita tak benar-benar menyiapkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat
Terserah mereka yang tak percaya akan kehidupan setelahnya. Tapi kita? Yang mengaku Islam ada di dalam dada masih disibukkan hal yang sia-sia
Jika diri tak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil. Disibukkan dengan apa kita saat ini?
#PARAHSIS
Kata Siapa Tik Tok Gak Bermanfaat? — Social Experiment
Tik-tokan; kalau ada manfaatnya silahkan kerjakan, tapi jika tidak ada atau lebih banyak mudhorotnya maka tinggalkan
Begitulah tindakan seorang muslim seharusnya, tapi sekarang kita malah sebaliknya
Tapi apa kata mereka? Coba tonton sampai habis!
#PARAHSIS
Iya, emang udah gak disibukkan hal-hal yang dulu lagi
Tapi urusan yang satu ini, kenapa seakan-akan gak ada ujungnya: tanpa henti! Iya, apalagi kalo bukan urusan hati?
Mengatasnamakan cinta dalam diam, niatnya menjaga kesucian tapi tanpa sadar malah menodai kemuliaan
Fokusmu hanya pada hal-hal semu!
Jutaan muslim berteriak ditanah mereka sendiri!
Dirampas haknya!
Tapi kau disini masih dan terus sibuk dengan perkara hati, egois sekali!
Pernah berandai andai mereka itu kamu?
Ada apa dengan dirimu wahai saudariku?
Kenapa hati tak tergerak jua ketika melihat kenyataan bahwasanya ummat sedang menangis pilu?
#OneUmmah #PARAHSIS
Makin hari makin banyak aja video tiq-toq di explore instagram
Dari yang isinya joget-joget sampe yang ngebuntut dibelakang rame-rame. Jujur aja, sampe lagunya kebayang-bayang terus di kepala *pusiiiing
Ntah dimana letak manfaatnya, tapi gak tau si kalau ada orang yang memanfaatkan tiq-toq buat nyebarin pesan-pesan Islam (bolehlah tag orangnya, kalau ada...)
Kalau kata orang-orang waktu adalah uang, sekarang kita ubah deh ya: waktu adalah pahala. Iya, soalnya kita sebagai muslim harus menjadikan waktu kita berbuah pahala, cita-cita kita masih sama kan? Surga-Nya?:)
Emang si sekarang tiq-toqan bisa menghasilkan uang: viral > dapet endorse > banyak uang. Tapi, adakah letak berkah disana???
“Waktu yang dimiliki manusia itu adalah umurnya yang sebenarnya, dan dia adalah modal kehidupan yang paling berharga saat sehat dan muqim (aman). Juga modal manusia disaat yang sulit pada kesengsaraan dan kepedihan, dia bergerak sebagaimana gerakan awan, maka barang siapa yang waktunya untuk allah dan karena allah ta’ala maka itulah hidup dan umurnya yang sebenarnya, adapun selainnya maka itu tidak termasuk kehidupannya.” —Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah
Semoga Allah sibukkan kita dengan hal-hal yang bermanfaat ya dear, sampai kita lupa dan gak sempet buat ngelakuin hal-hal yang gak bermanfaat. Aamiin
#PARAHSIS
“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Hadits diatas tentu bukan mengartikan bahwa berteman dengan tukang besi itu salah atau gak boleh, bukan. Tapi kita disuruh memilih teman supaya bisa mengajak kita pada kebenaran, pada kebaikan. Iya teman yang shalih/ah
Belum tentu tukang besi gak shalih, dan belum tentu juga tukang minyak wangi shalih. Hadits diatas hanyalah perumpamaan, tukang minyak wangi adalah teman yang shalih, tukang pandai besi adalah teman yang seringnya menjerumuskan
Ini juga sih yang jadi permasalahan anak young zaman now, gak pandai memilah-milih teman, asal “nyaman” yaudah deh temenan, padahal gak ada aspek keberuntungan (pahala) yang bisa didapatkan
Yaaa #PARAHSIS kalo udah tau “bocoran” tentang cara memilih teman kayak hadits diatas tapi masih salah juga milih teman:')
Kenapa sih sampai urusan berteman aja Islam mengaturnya? Eh jangan salah sis... teman ini bisa membawa kita ke surga atau sebaliknya, menjerumuskan kita ke neraka loh! Iya, kan seringnya kita ikut main apapun yang teman kita mainkan, yakan? Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” ( QS. Az-Zukhruf: 67)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Setiap pertemanan dan persahabatan yang bukan karena Allah Ta'ala, sesungguhnya pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan, kecuali persahabatan yang terjadi karena Allah Ta'ala, sesungguhnya persahabatan tersebut akan kekal selamanya.”
Mana yang lebih baik? Berteman dengan orang pandai besi yang gak shalih atau berteman dengan penjual minyak wangi yang shalih? Oya tentu berteman dengan orang pandai besi dan tukang minyak wangi yang shalih. Hehe.
Kutinggalkan Kampungku demi Karirku
Kenalin! Namanya Dhebi, gadis desa yang merantau ke Jakarta supaya bisa sukses jadi wanita karier. Hijrah gituuu~
Alasannya selain mau jadi wanita karier yang sukses juga karna gamau ikut-ikutan atau malah disuruh nikah muda nantinya
Terkekang katanya! (Eh ini lari dari kenyataan atau lari fitrahnya perempuan?) Alhamdulillah, untung punya temen di Jakarta, jadi gak sendirian pas nyampe Jakarta🙂
Tapi tapi tapi ada ga yang ngalamin hal yang sama kayak Dhebi? Coba angkat tangannya🙋🏻♀️
Nantikan kisah Dhebi meninggalkan kampungnya demi karier cemerlangnya ya guys!!!
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Kemarin Dhebi ngerantau ke Jakarta krn gamau kayak temen2nya yg nikah muda&berakhir jd “pembantu” suaminya. Emg #PARAHSIS!
Tapi, bener gak sih kalau nikah muda akan berujung kayak temen2nya Dhebi? Jawabannya: bisa bener, bisa juga engga. Bisa bener kalo pernikahannya gak selaras sama aturan Islam, bisa jg engga kalo pernikahannya selaras sama aturan Islam
Emg sebenernya urusan rumah tangga ini kewajibannya istri aja? Apakah taat sama suami itu artinya wajib bagi seorang istri utk masak, nyuci baju, nyuci piring, dll?
Nah, seperti yg ada di pict atas, gak wajib bagi seorang istri melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi gak salah jg kalau ia melakukannya. Bukan krn apa2 melainkan bentuk ketaatan kpd suaminya. Tp jgn salah paham ya, gak seperti yg dibilang orang2 jg, “nikah cuma buat dijadiin pembantu“, salah besar! Krn dlm pernikahan bkn aspek komersial yg dijunjung tinggi tp ibadah!
Ulama jg beda pendapat dlm hal ini, ada yg mengatakan wajib bg istri berkhidmat/melakukan pekerjaan rumah tangga. Ada jg yg gak mewajibkannya krn mereka menganggap adanya akad nikah itu agar halal utk melakukan istimta’ (bersenang2 dgn istri) bkn agar suami bisa menyuruh berkhidmat&mengambil manfaat lain dari istrinya. Adapun kalau seorang suami melakukan pekerjaan rumah itu adlh hal baik, lg pula pekerjaan rumah tangga jg telah dilakukan sejak zaman Rasulullah dan Rasulullah pun dulu melakukannya, membantu istri-istrinya
Terlepas dari berbagai perbedaan pendapat ulama, maka yg plg baik di antaranya adalah adanya kesepakatan antara suami dan istri ttg bagian dan tugas yg ada di dalam rumah, ini jg bisa menambah keharmonisan dlm berumah tangga loh! Ya, intinya si semua kunci dlm ber-rumah tangga ada di dlm komunikasi~
Jgn sampai ada yg merasa dirugikan atau direndahkan dlm membangun biduk rumah tangga
Ada penyemangat dari Rasulullah utk buk-ibuk rumah tangga dimanapun berada nih!
“Maukah engkau aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada seorang pembantu? Jika kalian hendak menuju kasur atau tempat pembaringan kalian, maka ucapkanlah takbir 34x, tasbih 33x, dan tahmid 33x, maka inilah yang lebih baik daripada seorang pembantu.” (HR. Al Bukhari, Muslim)
Hari ini banyak kemaksiatan yang justru didukung banyak orang, yang tanpa sadar kita pun ikut diantara banyaknya orang itu
Laki-laki yang ke-cewek-cewek-an, yang aktif dengan brush make upnya, modis dengan pakaian perempuan banyak sekali ditonton banyak orang
Orang yang transgender, hamil di luar nikah, semua blak-blakan menunjukkan identitas aslinya ke publik
Mereka bangga dengan itu dan mirisnya orang-orang mendukungnya
Berbagai komentar “be yourself”, “so proud of you!”, “kamu berani banget! Aku dukung kamu! Lakuin apa yang kamu suka”
Astaghfirullah... walaupun gak sedikit juga yang mengingatkan tapi diantara yang mendukungnya adalah saudara seiman kita
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya. Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (keesokan harinya).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan betapa baiknya Allah, telah menutup aib-aib manusia tapi manusia itu sendiri yang menyebarkannya ditambah lagi dengan penuh rasa bangga
#PARAHSIS
Kutinggalkan Kampungku demi Karirku—PART 2
Yah... yah... kan Dhebi mulai terjerumus ke pertemanan yang gak sehat deh:(
Baru ketemu bentar langsung akrab, ya mungkin emang itulah sifat orang-orang seperti “mereka”, dekat sana-sini, belum lama ketemu langsung jadi teman
Tapi kalau kamu ngaku sebagai temen harusnya bukan dengan cara mendukung perbuatan salahnya, justru seharusnya mengajaknya untuk menyesali perbuatannya kemudian bertaubat pada-Nya
Apa dengan mendukung orang-orang yang keluar dari fitrahnya adalah bentuk dari open minded? Apa menjadi “open minded” yang orang-orang bilang saat ini akan menjadikan kita mulia dihadapan-Nya dan kelak diakui oleh Rasul-Nya sebagai ummatnya kalau kita aja gak mengingkari apa yang Allah dan Rasul-Nya benci
Ya... andai kalian tau, mendukung perbuatan salah yang demikian bukanlah suatu solusi, tapi justru menutup kesempatan dia untuk terobati:(
#PARAHSIS
Bismillah, Alila coba jawab pertanyaan ini ye dear... semoga Allah sellau mengampuni kesalahan kita
Sebenarnya menunjukkan aksi joget-joget dan dishare ke sosial media tidak diperbolehkan untuk muslimah yang bercadar saja. Kita yang baru belajar berhijab syar'i, bahkan yang belum berhijab pun sebenarnya tidak diperbolehkan. Intinya setiap wanita yang mengaku sebagai muslimah tidak diperbolehkan melakukan hal yang demikian
Apakah yang ada di dalam pikiran kita bahwa wanita bercadar=ia sudah sempurna akhlak dan agamanya? Padahal mereka sama dengan kita, mereka dengan kita masih sama-sama belajar. Tak apa, ingatkan terus baik-baik, doakan mereka yang masih berlaku demikian supaya sadar dengan apa yang dilakukannya, ingatkan terus menerus tanpa menggunakan kalimat-kalimat yang menjatuhkan; bahwa hal yang dilakukannya salah
Jika kita bisa menjaga izzah dan 'iffah kita saat kehidupan offline, seharusnya kita juga bisa menjaga izzah dan 'iffah kita di kehidupan online juga 'kan? Karna Allah gak hanya memperhatikan kita di kehidupan offline kita aja tapi juga kehidupan online kita hehe
Saudariku, jaga rasa malumu ya! Karna disitulah letak kehormatanmu :)
#PARAHSIS #QnAPARAHSIS
Kira-kira, siapa yang gak memuliakan perempuan?
—
Kalau kamu lebih milih dimuliakan atau dimanusiakan dear?
Coba jawab di kolom komentar bawah👇🏻
#PARAHSIS
Kala Pertemanan Ber🌈
Jujur-jujuran aja nih, siapa yang suka ketawa kalau ngeliat tingkah laku temen cowok kita yang kecewek-cewekan. Apalagi waktu dia mempraktikkan “gaya andalannya”? Banyak diantara kita yang terhibur dengan cara ngomong dan gerak-geriknya yang agak “lenjeh”, ya mungkin ada juga yang risih atau sekedar rolling eyes atau ngerutin dahi
Sebenernya apasih yang seharusnya kita lakuin? Yaaa seharusnya siiii kita harus bisa rem-rem ya, gak boleh ikut-ikutan meramaikan suasana heboh yang terjadi karna ulah teman kita itu, gak boleh ikutan suka sama perbuatan dia, jangan juga minta dia ulamgi perbuatannya itu. Karna dengan demikian artinya sama aja kita ngedukung dia yang mana kita tau bahwa itu salah, ‘kan?
Kalo ada temen kayak kakak Cinta si temennya Dhebi lagi “beraksi”, jangan digubris! Apalagi diapresiasi! Jangan!
Tapi juga jangan di bully. Bersikap normal aja, bersikap kayak dia gak melakukan hal untuk melucu lewat perlakuannya yang gak seharusnya itu. Jangan lupa terus ingatkan untuk berlaku sesuai fitrahnya sebagai laki-laki daaaan doain! Doain temen kita itu supaya Allah lembutkan hatinya, supaya di mudahkan kembali ke fitrahnya
Yang kayak gini juga seharusnya jadi trigger buat kita supaya makin fokus untuk mengkaji Islam tentang hal ini
Terus gimana dengan komunitas-komunitas “mereka” yang semakin marak di masyarakat. Nah kalau emang kita menemukan komunitasnya, jangan difollow sebaliknya harus kita jauhi. Gak perlu ikut diskusi pembenaran idenya, kecuali untuk mengobati atau menyembuhkan
Juga jangan membully atau mencela (buat apa juga kan kita capek-capek mencela yang sudah tercela?)
Dan sayu lagi nih! Banyak sekarang dari mereka yang udah mulai berani buka-bukaan! Menunjukkan identitasnya, gak tanggung-tanggung bahkan sampai jadi influencer! Tugas kita: JANGAN IKUT UNTUK MEM-VIRALKAN
Kalau sekedar mau tau, mending gak perlu. Kalau ada rekomendasi video mereka lebih baik skip aja, karena secara gak langsung dengan begitu kita akan nge-blow up “keunikannya”
Kalau mereka butuh di dukungan atau bantuan, cukup dibantu sesuai kebutuhannya
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Tipe-Tipe Orang Kalo Dibully
Lisan, sesuatu yang lebih tajam dari pedang. Seorang ulama berkata, “tak ada haji, jihad dan mujahadah yang lebih berat dari pada menahan lisan. Apabila engkau menjadi orang yang memperhatikan lisanmu, berarti engkau sangat memperhatikan sesuatu yang sangat penting.”
Lagi dan lagi kita semua diingatkan tentang pentingnya menjaga lisan. Iya kita semua, aku, kamu, kita
Kalau kita berbuat salah kepada Allah, maka kita hanya perlu bertaubat dengan sebenar-benarnya kepada-Nya dan InsyaAllah akan diampuni.
Tapi kalau kita berbuat salah kepada manusia? Menyakitinya? Tak cukup bagi kita meminta ampun kepada Allah. Untuk mendapatkan ampunan-Nya, kita juga harus meminta maaf pada yang bersangkutan. Kalau belum selesai, urusan itu akan dibawa loh sampai yaumil akhir untuk kita pertanggungjawabkan. Maka dari itu muslim harus selalu menjaga segala perbuatan, serta akhlak dan lisannya.
So... no body shaming ya guys.
Bentuk “mencintai diri” yaitu dengan cara mensyukuri, merawat, menerima dengan penuh cinta segala yang Allah beri dan titipkan pada kita. Entah itu fisik, status, atau apapun yang kita miliki atau orang lain.
Jika Allah titipkan fisik yang sempurna, cantik, putih, kita tidak boleh ujub. Jika sebaliknya, kita tidak boleh menghinanya, karena itu merupakan ciptaan Allah juga. (:
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
Menjelekkan satu dengan yang lainnya tuh untungnya apasih? Merasa puas karna menjatuhkan yang lainnya? Merasa kalau lebih berkuasa? Merasa kalau lebih baik daripada yang dihina?
Jelas-jelas Allah melarang untuk saling mencela, baik individu maupun kelompok. Baik laki-laki maupun perempuan
Apa yang membuat kita lebih unggul dari orang lain? Keindahan paras? Kekayaan? Kemampuan? Atau ibadah? Yakin kalau kita lebih unggul daripada orang yang kita cela, didepan maupun dibelakang?
Bukankah dengan kita menjelek-jelekkan orang lain dibelakang itu otomatis kita telah menurunkan kualitas diri kita? Bahkan dihadapan Rabb kita. Jelas, mana ada orang yang mencela tapi lisan dan hatinya berkata sesuatu yang baik-baik saja?
Sebaliknya, orang yang kita hina akan naik drastis derajatnya: sewaktu-waktu di hadapan manusia dan saat itu juga di hadapan Rabb kita
Juga, lagi dan lagi. Seringnya kita kurang bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Rezeki yang berupa materi, paras yang kita katakan tak secantik orang lain dan masih banyak yang lainnya. Rasanya semua serba kurang, maunya begini, maunya begitu
Tapi pernahkah sekali saja berpikir, "oh mungkin Allah gak memberikan aku ini karna aku gak sanggup menjaganya" atau "oh mungkin Allah gak memberikan aku itu karna Allah ingin meringankan hisabku"
Daripada mengeluh, mengeluh dan mengeluh kenapa tak kita syukuri saja apa-apa yang telah Allah berikan? Dari sekian banyak nikmat yang Allah berikan, kenapa kita hanya memikirkan apa yang tidak kita dapatkan?
#PARAHSIS
Ternyata sexual harrash ga terjadi pada kaum hawa aja!😨
Karna ada juga kaum adam yang terkena sexual harrashment. Melalui comment-comment di instagram atau social media yang lainnya, komentar yang dilayangkan cewek-cewek itu juga beragam: dari yang memalukan sampai yang memalukan banget
Haduh... dear, iya mungkin dia gak tau siapa kamu, gimana wujud aslimu tapi emangnya kamu gak malu? Melayangkan komentar yang gak pantas, di akun cowok-cowok bahkan sampai hafidz muda
Biasanya pelakunya gak sadar, menganggap itu cuma hal biasa, tapi... pernah gak sih ngebayangin ada di posisi orang itu? Akan kayak gimana reaksi kamu kalau dapat komentar-komentar semacam “itu”? Gak nyaman kan? Begitupun mereka
Sist, Allah gak cuma memerintahkan cowok-cowok untuk menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Tapi Allah juga memerintahkan itu ke cewek-cewek! Gak cuma di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Juga jangan mentang-mentang ngegunain second account atau fake account bisa seenaknya aja melayangkan komentar serupa, sebab Allah tau siapa dibalik akun itu ‘kan?
Jangan di dunia nyata liat ada yang ganteng terus nundukin pandangan, eh giliran si social media si dia posting foto dipantengiiiiin terus same batre HP abis, astaghfirullah... semoga kita bukan termasuk yang demikian ya dear
#PARAHSIS
Assalamu’alaykum #Lovalila!
Ketemu lagi sama Dila di segment NGOPI, kali ini pembahasan kita adalah soal sexual harrasment
Yap, pelecehan sexual. Ada yang termasuk pelecehan sexual tapi orang-orang gak menyadarinya
Dan mungkin masih ada yang belum teredukasi kayak misalnya orang yang masih suka: “swit swit”, “neng mau kemana neng”, “assalamualaikum” dan ucapan semacamnya yang ditujukan ke orang (biasanya cewek) yang lewat di depannya
Mungkin juga secara gak sadar, kita adalah salah satu korbannya
Sebelum orang-orang hari ini repot ngomongin hal ini, o tentu aja Islam udah membahasnya dengan tuntas jauuuuh sebelum maraknya kejadian yang kayak sekarang sering kita temui. Misalnya seperti postingan sebelum ini, itu adalah salah satu cara Islam mencegah adanya pelecehan sexual verbal maupun non verbal
Tapi kali ini Dila tetep akan ngebahasnya lebih jelas lagi. Langsung tonton full videonya di YouTube Channel Hijab Alila: “Sexual Harrasment | NGOPI Eps 5” https://www.youtube.com/watch?v=vwCRjGOKbuA atau kamu bisa langsung swipe up lewat story kita
Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan share!
#PARAHSIS
• wardrobe: @kataloghijabalila
https://www.instagram.com/p/B9yFDVWJ_sN/
Islam tapi liberal?
Muslimah tapi feminis?
Haq dan bathil sejatinya gak akan pernah bisa menjadi satu kesatuan
Islam gak akan bisa berjalan beriringan dengan paham-paham yang dibuat manusia, sekalipun manusia itu adalah manusia yang paling hebat di dunia
Sampai kapanpun logika manusia gak bisa menandingi hukum yang telah dibuat Rabb-nya
Apa yang menurut manusia baik, belum tentu baik menurut Pencipta-nya. Tapi apapun yang telah Dia tetapkan, itu adalah ketetapan terbaik untuk siapapun yang Dia ciptakan
Makanya Allah buat aturan, untuk dijalankan bukan untuk diabaikan
Berani mengabaikan? Ya siap-siap aja kecelakaan. Gamau ‘kan?
#PARAHSIS
Hari ini manusia dihadapkan pada masalah di bumi ini, sebuah virus yang menyerang sistem imun dan sitem iman
Yang satu menyerang tubuh, yang satu lagi menyerang pemikiran
Ada sebagian saudara kita yang menganggap remeh dan pasrah saja terhadap keduanya, tapi masalah ini masalah kita juga
Slide sampai habis untuk menangkal 2 virus ini
Lakukan langkah-langkah ini selamanya, karena “ia” bisa datang kapan saja
#PARAHSIS
Telah ada sejak lama, aturan bagi manusia. Satu-satunya hukum yang dibuat hanya untuk memuliakannya
Islam
Tapi sayang, manusia masih tak mau menggunakannya, entah kenapa
Mereka lebih memilih menggunakan hukum yang lahir dari pemikiran terbatas miliknya, yang sebagian besar lahir dari rasa amarah kemudian mereka sahkan sesuai kehendaknya
Mereka lebih memilih hukum yang dibuat menggunakan hawa nafsu, daripada hukum yang dibuat Sang Maha ‘Ilmu
Kalaulah memang manusia memperjuangkan kemuliaannya, terkhusus wanita
Mengapa tak perjuangkan saja Islam seutuhnya?
#PARAHSIS
Komentar
Posting Komentar