RAHASIA MASA DEPAN





KAPAN NIKAH??

Sering gak kalau sebelum nikah digandrungi pertanyaan begini? Sering banget. Mungkin sesekali dua kali tak apa. Tapi kalau waktu nanya udah kayak jadwal makan. Bisa apa? Apalagi kalau pas BaPer? Gak tahu nih, seseorang yang salah yang mana. Entah si penanya yang emang usil, dan yang ditanya malah tak karuan? 

Eh.. eh.. gak gitu sih. Ada juga yang gak BaPer. Cuma ya itu, sesekali perlulah kita belajar. Hehehe... 

Wanita mana sih yang gak mau punya suami? Ideal banget lho impian begitu. Terlebih kita manusia normal, umur juga udah pas, tapi, kalau belum takdir kita bisa apa?

Di era modern kayak gini, banyak banget wanita yang merasa bebas memilih pasangan. Terjun ke dunia pacaran untuk menjajaki pra pernikahan.

"Gimana bisa nikah kalau gak pacaran?" 

Begitu kiranya kebanyakan orang sekarang yang minimnya pengetahuan. Dibilang, ngeyel. Dikasih tahu, bantah. Disodorin dalil, eh, balik dalil? 

Banyak kan, masa penjajakan itu gak menentu. Udah kayak kreditan motor aja. Setahun, dua tahun, tiga tahun, dan seterusnya. Banyak juga dari mereka yang kandas ditengah jalan karena gak ada kecocokan.

Wajar. Orang tua sekarang begitu. Hal lumrah orang pacaran itu udah biasa, gak perlu parno alias paranoid. Gak cemas lagi tuh mau dibawa atau diapakan aja selama pacaran anak gadisnya. Padahal jelas aja bukan mahram kan?

"Kan mereka sudah dewasa. Sudah umurnya."

Maraknya pacaran ini malah bikin orang kudate dengan adat istiadat dalam Islam sesungguhnya. Dimana kalau orang menikah dengan syar'i, ta'aruf dari perantara, dll. Itu malah dianggap kolotlah. Gak modern lah. Kucing dalam karung lah. 

Saya bukan orang pengalaman juga tentang ta'aruf dan tetek bengek nya. Tapi ini bisa kita pelajari, telusuri dari orang-orang. 

Dulu sewaktu di pondok, ketemu sama santri Ikhwan aja dag dig dug nya luar biasa. Barulah keluar pondok saya bisa merasakan gimana harusnya kita emang berinteraksi, mau atau tidak dengan laki-laki. Asalkan, ada batasnya. Sesuai tuntunan syariat. 

Pernah menemani orang ta'aruf. Malu nyaaaaa masyaallah. Begitu terjaganya, sampai--ah, gak bisa dijelaskan lah kalau melihat langsung.

Dan dengan ini saya mengawali persiapan saya. Bukan berarti saya siap atau bagaimana, tapi lebih tepatnya saya mempersiapkan diri kalau tiba-tiba, Wallahu a'lam takdir bagaimana saya bisa siap dari segi mental, fisik, dan juga psikis. Tak hanya urusan menikah, tapi juga kebutuhan ilmu lain Sebab, setelah menikah itulah kita yang sesungguhnya.

Menikmati ilmu dengan yang kita punya, berbagi pengalaman, dan semua gelisah bersama. Betul apa betul😁 kalau salah, tolong koreksi ya...

Step by step saya lakukan menuju perbaikan ridho Allah dan hidup ini. Tak lupa ridho orang tua yang paling penting juga. 

Nah, tips mengatasi persoal pertanyaan, kapan nikah?!

Kita biasa tersenyum dan lawan segala gejolak amarah, emosi, dan tekanan batin yang merambat. Ucapkan istighfar. 

Kita juga harus menjawab dengan tenang dan tak terburu-buru. Atau nggak, gimana kalau dicarikan? Mau tidak? Ada kandidat yang cocok?🤣

Barulah seketika saya berproses menerima. Gak ada lagi tekanan batin kapan nak nikah? Kapan nyusul dan teman-temannya 🤣 minta saran. Yok, yang mau berbagi pengalaman. Cuz, saya suka pengalaman pernikahan orang-orang. Terlebih kalau beberapa kali saya ikut terjun. Lucu-lucu gimana gitu deh.

Pelajari juga karakter orang. Bagaimana menjalankan hidupnya, rumah tangga nya, dan titik-titik persoalan hidup. Ini sih, ilmu gratis yang harus kita pelajari. Dalam pembelajaran apa pun, peka lah!

Menerima dan lakukan terbaik. Semoga lekas ditemukan jodohnya. Kalau gelisah karena gak ketemu jodoh? Tenang. Allah masih menerima sujudmu selama apa pun, selama kau masih hidup😢😭

Semoga yang jomblo dapatkan terbaik. Yang menanti amanah semoga Allah lekas berikan. Dan yang mau lagi usahakan, semoga Allah berkahi setiap likuan pernikahan😄😘

Jazakumullah khoiron Katsir yang udah baca remahan tulisan akoh. Semoga bermanfaat. 

Ketemu lagi di edisi berikutnya ya, tetap stay tune di blog nya saye😝😅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan