Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan
Bersamamu
Ketika kita mencari teman atau pasangan yang sempurna, kayaknya kita gak akan pernah punya teman atau pasangan deh. Justru, hadirnya kita untuk melengkapi kekurangannya dia, dari dia untuk melengkapi kekurangan kita. Saling menyempurnakan dan saling melengkapi satu sama lain.
Kalian tahu dalam cerita Naruto. Sasuke melindungi Naruto dari depan, kiri, kanan, belakang. Dia rela mengorbankan badannya sampai sekarat. Cuma buat melindungi sahabatnya Naruto.
Dan ternyata ketika ditemukan dalam Al-Qur'an, pada surat at-Taubah ayat 119, yang keren, artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."
Jadi, bertakwa pada Allah, harusnya disandingkan dengan orang yang benar. Berarti, kalau kita ingin bertakwa kepada Allah, kita harus bersama dengan orang yang benar. Dan kalau kita tak bersama dengan orang yang benar, kita gak akan mungkin pernah bisa bertakwa.
Bahkan, Nabi Muhammad saw. dalam memperjuangkan Islam tidak sendirian. Beliau ditemani oleh para sahabatnya, ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan ribuan sahabat lainnya. Mereka saling membantu, saling memberi, saling melindungi, dan saling mencintai.
Kalau teman-teman baca Sirah, ada kejadian yang sangat dramatis banget. Ketika Rasulullah saw. hijrah dari Makkah ke Madinah ditemani oleh Abu Bakar. Abu Bakar sangatlah khawatir pada Rasulullah saw.
Kenapa?
Karena di Makkah, diumumkan, "Barang siapa yang bisa membunuh Muhammad, memenggal kepalanya, dan membawa kepalanya ke sini, maka ia akan mendapatkan 100 ekor unta beserta tahta, harta, dan wanita, apa pun yang ia suka. Itulah yang membuat Abu Bakar khawatir. Maka, ketika Rasulullah saw. berjalan bersama Abu Bakar. Terkadang, Abu Bakar berada di samping kiri, kanannya, lalu beberapa saat kemudian berada di depannya, tak lama dari itu berada di belakangnya. Begitu selalu sepanjang perjalanan.
Melihat kelakuan Abu Bakar, Rasulullah saw bertanya, "Wahai Abu Bakar, kamu kenapa?"
Dan tahu tidak, apa jawaban Abu Bakar?
"Yaa Rasulullah, ketika terbayang olehku ada orang yang akan menikammu. Maka aku ada di belakangmu. Biar aku yang terkena, bukan engkau, Yaa Rasul. Ketika terbayang olehku ada yang menyerangmu. Maka, aku berada di depanmu Yaa Rasul. Biar aku yang menghadapinya, Yaa Rasul bukan engkau. Dan ketika terbayang olehku ada yang memanahmu dan menjebakmu. Maka, aku berada di samping kiri kananmu, Yaa Rasul. Biar aku yang melindungimu, Yaa Rasul.
Mendengar jawaban Abu Bakar, Rasulullah saw berterima kasih dan mendoakannya.
Betapa romantisnya bukan? Lihatlah bagaimana Abu Bakar melindungi Rasulullah dari berbagai sisi? Hanya untuk memastikan agar Rasulullah) baik-baik saja.
Sama seperti halnya Sasuke yang menjaga Naruto dari depan, belakang, kanan, kiri, kan? Dan mereka hanya khayalan. Padahal kita punya cerita yang real. Yang akan memberikan kita syafaat dan yang akan menolong kita di akhirat. Ia akan menunjukkan kita di jalan kebenaran.
Masa iya kita cerita fiktif tahu, dan Rasul tidak tahu?
Jadi, marilah kita baca sejarah. Baca Sirah Nabi. Agar kita semakin dekat dengan Nabi. Agar nanti kita bisa satu surga dengan Nabi.
Lalu, siapa sahabat kamu? Yang ketika kamu dekat dengannya, kamu menjadi semangat dan istiqomah. Coba tag dia, bilang padanya, "Temani aku sampai ke surga ya?"
Dan jelas banget. Sahabat itu sangat berarti. Tak akan pernah bisa terbeli dengan) apa pun.
Ketika kita mencari teman atau pasangan yang sempurna, kayaknya kita gak akan pernah punya teman atau pasangan deh. Justru, hadirnya kita untuk melengkapi kekurangannya dia, dari dia untuk melengkapi kekurangan kita. Saling menyempurnakan dan saling melengkapi satu sama lain.
Kalian tahu dalam cerita Naruto. Sasuke melindungi Naruto dari depan, kiri, kanan, belakang. Dia rela mengorbankan badannya sampai sekarat. Cuma buat melindungi sahabatnya Naruto.
Dan ternyata ketika ditemukan dalam Al-Qur'an, pada surat at-Taubah ayat 119, yang keren, artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."
Jadi, bertakwa pada Allah, harusnya disandingkan dengan orang yang benar. Berarti, kalau kita ingin bertakwa kepada Allah, kita harus bersama dengan orang yang benar. Dan kalau kita tak bersama dengan orang yang benar, kita gak akan mungkin pernah bisa bertakwa.
Bahkan, Nabi Muhammad saw. dalam memperjuangkan Islam tidak sendirian. Beliau ditemani oleh para sahabatnya, ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan ribuan sahabat lainnya. Mereka saling membantu, saling memberi, saling melindungi, dan saling mencintai.
Kalau teman-teman baca Sirah, ada kejadian yang sangat dramatis banget. Ketika Rasulullah saw. hijrah dari Makkah ke Madinah ditemani oleh Abu Bakar. Abu Bakar sangatlah khawatir pada Rasulullah saw.
Kenapa?
Karena di Makkah, diumumkan, "Barang siapa yang bisa membunuh Muhammad, memenggal kepalanya, dan membawa kepalanya ke sini, maka ia akan mendapatkan 100 ekor unta beserta tahta, harta, dan wanita, apa pun yang ia suka. Itulah yang membuat Abu Bakar khawatir. Maka, ketika Rasulullah saw. berjalan bersama Abu Bakar. Terkadang, Abu Bakar berada di samping kiri, kanannya, lalu beberapa saat kemudian berada di depannya, tak lama dari itu berada di belakangnya. Begitu selalu sepanjang perjalanan.
Melihat kelakuan Abu Bakar, Rasulullah saw bertanya, "Wahai Abu Bakar, kamu kenapa?"
Dan tahu tidak, apa jawaban Abu Bakar?
"Yaa Rasulullah, ketika terbayang olehku ada orang yang akan menikammu. Maka aku ada di belakangmu. Biar aku yang terkena, bukan engkau, Yaa Rasul. Ketika terbayang olehku ada yang menyerangmu. Maka, aku berada di depanmu Yaa Rasul. Biar aku yang menghadapinya, Yaa Rasul bukan engkau. Dan ketika terbayang olehku ada yang memanahmu dan menjebakmu. Maka, aku berada di samping kiri kananmu, Yaa Rasul. Biar aku yang melindungimu, Yaa Rasul.
Mendengar jawaban Abu Bakar, Rasulullah saw berterima kasih dan mendoakannya.
Betapa romantisnya bukan? Lihatlah bagaimana Abu Bakar melindungi Rasulullah dari berbagai sisi? Hanya untuk memastikan agar Rasulullah) baik-baik saja.
Sama seperti halnya Sasuke yang menjaga Naruto dari depan, belakang, kanan, kiri, kan? Dan mereka hanya khayalan. Padahal kita punya cerita yang real. Yang akan memberikan kita syafaat dan yang akan menolong kita di akhirat. Ia akan menunjukkan kita di jalan kebenaran.
Masa iya kita cerita fiktif tahu, dan Rasul tidak tahu?
Jadi, marilah kita baca sejarah. Baca Sirah Nabi. Agar kita semakin dekat dengan Nabi. Agar nanti kita bisa satu surga dengan Nabi.
Lalu, siapa sahabat kamu? Yang ketika kamu dekat dengannya, kamu menjadi semangat dan istiqomah. Coba tag dia, bilang padanya, "Temani aku sampai ke surga ya?"
Dan jelas banget. Sahabat itu sangat berarti. Tak akan pernah bisa terbeli dengan) apa pun.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKakakaka
Hapus