Kamu yang Suka Debat



Kalo Kamu Pecandu Debat

Ini adalah salah satu cara melihat seberapa piawai dia dalam mengendalikan dirinya adalah dengan perdebatan. Hebat ya? Seolah perdebatan itu hal hal pertarungan diri seseorang.

Perdebatan Legendaris

Biasanya sih jika ada gelar debat itu terdiri dari kedua belah pihak yang berselisih dengan tujuan mencari pembenaran yang paling benar, dan keunggulan argementasi dimiliki siapa. Waduh.. waduh..

Dalam perdebatan kita akan banyak diuji, seberapa sih kita dalam kecerdasan dan berintelektual. Apalagi dengan berdebat, gak melulu asal debat tapi harus punya arahan tema dengan materi yang banyak dikorek sedalam dalamnya untuk melawan perdebatan. Pun harus kuat dalam berargumentasi dengan lihai memainkan logika agar argumentasinya kuat melawan lawannya supaya tak bisa berkutik lagi. Harus juga nih hafal dalil dan data dari berbagai versi orang, bacaan, dan sebagainya. Yang jelas, debat itu tak ada kata kata atau semacam kisi kisi teks bacaan gitulah!

Dalam sejarah saja kita bisa menemukan perdebatan Legendaris lho! Salah satu perdebatan terbesar ialah antara Nabiyullah Ibrahim dengan Raja Namrud yang dzolim. Yang mana kisah mereka diabadikan dalam Al Qur'an surah Al anbiya ayat 48 sampai 70. Nabi Ibrahim ditangkap oleh anak buah Namrud karena diduga dialah penghancur berhala berhala yang kemudian dia dihadapkan dengan Raja yang dzalim itu. Dalam perdebatan yang dilangsungkan itu Nabi Ibrahim sangat tangkis dengan patahan argumentasi nya.

Dilain kesempatan perdebatan itu berbicara tentang bagaimana Tuhan menghidupkan dan mematikan makhluknya, dan berhubung Namrud mengakui dirinya sebagai Tuhan. Kemudian Nabi Ibrahim kembali mematahkan argumen Namrud dengan memintanya menerbitkan matahari dari timur ke barat. Namun, Namrud hanya diam tak berkutik. Dan Nabi Ibrahim menang telak.

Begitulah adanya orang yang berdebat, tak terima, kalaupun dia berkuasa, dia akan melakukan hal kekerasan untuk memusnahkan orang-orang yang mengalahkan debatnya. Maka, tak salah pula ketika Namrud membakar Nabi Ibrahim, tapi kekuasaan yang benar benar kuasa hanya Allah. Dengan mudahnya Allah mencabut rasa panas di api tersebut ketika Nabi Ibrahim dibakar.

Debat Dalam Islam

Dalam berbagai hadits, Rosulullah Saw menganjurkan kita menghindari perdebatan, karena memang biasanya perdebatan itu akan menimbulkan konflik dan permusuhan. Memang benar adanya. Seperti kenyataan sekarang dibidang politik dan pemerintahan saja mereka sangat gencar dan panas ketika perolehan kekuasaan dirinya tak didapat. Akhirnya mereka gunakan cara cara yang melenceng dari peraturan.

Rosulullah Saw bersabda, "Tidaklah sesat suatu kaum yang telah mendapat petunjuk kecuali karena mereka gemar berdebat. Kemudian Rosulullah Saw membacakan ayat, "Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar," (HR. Tirmidzi no 3252)

Perdebatan memang sangat baik jika dihindari, apalagi perdebatan yang menolak kebenaran yang diartikan sangat tercela oleh Rosulullah Saw. Tetapi ketika perdebatan merujuk pada kebenaran Islam dan menjatuhkan argumentasi kekufuran, maka hal tersebut boleh saja. Hal ini dicantumkan oleh Allah ta'ala di surah An Nahl ayat 125: "Serulah (manusia) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik pula"

Apalagi sebagai pendakwah, yang mana ketika suatu seruan dakwah, pastilah ada saja yang nyinyir, yang tak suka dengan seruan Islam. Maka saat itulah kita harus melawan dengan berdebat untuk meluruhkan semua argumentasi mereka dan menunjukkan pada kebenaran Islam. Pun, debat tak asal debat. Harus ada sopan santunnya pula.

Etika Debat

Islam sangat membolehkan berdebat dengan menunjuk kepada kebenaran kepada lawan debat. Berikut adab adab islami yang perlu kita ketahui:

Pertama, fokuslah dengan tema yang dibawakan dalam debat. Tak usah membicarakan yang diluar tema, agar mereka juga paham memaknai pembicaraan debatnya.

Kedua, jangan menghina fisik atau latar belakang lawan debat.

Ketiga, kendalikan emosi sebaik mungkin agar tidak terjadi sesuatu yang tak dimungkinkan terjadi. Agar perdebatan berjalan dengan tenang sampai dimana mereka paham arti argumentasi dari kita. Ketika tetap mengotot, yasudah, biarkan haluannya berbicara sendiri dan memenangkan dirinya sendiri.

Selamat berdebat!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMI PENANTIAN LUKA #1

Bukan Sekadar Teori

Edisi Ramadan_Bersama dalam Ketaatan