Ar Rofi'iyyah
Satu warna lagi sewaktu mengabdi di pondok pesantren Ar rofi'iyyah. Rasanya nano nano pedes asam gurih. Bayangan betapa asingnya dengan lingkungan pondok pesantren yang menurut pribadi jauh dari jangkauan biasanya. Hidup dengan satu kamar yang sempit serta kamar mandi yang limit dihuni beberapa santri. Dikekang dengan berbagai peraturan yang serba adanya hukuman tapi tetap membuat mereka tegar. Seumur yang pernah kutahu pesantren yang sangat bermodalkan uang minim untuk membayar, hanya 150rb perbulan nya. Bayangkan dulu di pesantren yang jauh dari nilai itu😂
.
Ah, jadi rindu kebersamaan
.
Ada masanya setiap orang ingin mengenang masa dahulunya, dan ada masanya ia tak ingin mengingat masalalu puruknya. Hidup itu susah jika kita hanya mengandalkan manusia yang serba berkeinginan. Padahal, kita hanya pembuat skenario dalam hidup kita untuk menjadikan skenario terbaik dari yang kita miliki. Dan berlomba lomba dalam menggapai banyaknya kebaikan untuk serta hadir dalam surgaNya nanti.
.
Gais, wajar gak sih rindu banyak hal?🤭 Rindu yang hebatnya bikin aku merana. Eaaaa... Alay sih, nggak juga... Cuma ada obsesi rindu berlebihan. Kalian itu cerita dalam skenario masing masing menjadikan satu skenario yang bersatu.
.
Udahlah ya makan 2 kali. Nggak aku banget😆 tapi aku tahan untuk tetap bisa hidup. Makan nasi kering, sudah pernah kita alami. Lauk pauk yang serba terbatas kita pernah juga. Ampunnnnn rasanya gak kuat, pen menyingkir dari sana, makan wenak tapiiiii lagi lagi harus izin. Haha meski sering banget izin, sampe izin pulang seharian. Awokwkwk... Kenangan tanpa tepi tuh, hidup sama adek adek di sana, pas ikut boyongan pindah kamar😅 lalu hidup damai dari jangkauan keramaian.. dibangunin subuh malah molor sampe adanya matahari.. "mbak.. bangun🤣" AW! Sapa lagi?😝
.
Tiap Maghrib ngajar ngaji dan tiap subuh yang molor. Hahaha... Cerita masa kini bangettttt.... Setiap mau ngajar, ada aja adek adek yang suka usil dengan katanya cerita aja, gak usah pelajaran. Aku sempat terhipnotis kala itu, ya gitu nih adek adek suka nipu nipu ah, adek adek jadi kangen...
.
Makasih buat kelas kelas senior yang juga banyak bantu atas partisipasi kami waktu mengabdi di sana. Kenangan gak akan kami lupain. Apalagi udah aku abadikan momentum ini di tulisan. Kalo kalian kangen bisa buka lagi wajah wajah ini yang selalu hiasi kegiatan guru pengganti😂
.
Dan selama itu juga, kami belum bisa memberi yang terbaik buat kalian. Tapi, seenggaknya kalian yang kami yakini untuk bisa tetap kuat sampai akhir masa kalian di pesantren. Jangan pernah kalian yang di pondok merasakan banyak tekanan. Meski emang kenyataan yang begitu jujur gak bisa dirombak. But, semua bakal indah diwaktu yang tepat.
.
Nadia, Fira, Rinay, dan aku. Yang udah banyak belahan cerita, dari bangun subuh yang terik sampe tidur malem yang mengenaskan🤣 Selamat berjuang. Semoga dapet apa yang dicari. Semoga lulus dengan nilai yang memuaskan. Cinta dan Kasih😍😋 Get your Dream!
.
Jangan pernah gadaikan cerita kasihmu yang berkenang.
Semua memori tentang kita yang bersama... 😘😘

Komentar
Posting Komentar