Rasa itu Tak Terbalaskan
Mau tau cerita sesungguhnya?😃
.
Pikiran mulai kacau. Terlebih dia sang penarik makin makin membuatku terpikat jilat. Hidup bagai puingan batu, yang berat ter-ombang ambing. Pernah kudaki setiap peristiwa mengenainya. Tentang masa masa yang pernah diingintahuinya. Senang bukan main?! Ah, kala itu, aku berimpian mungkin saja terwujud. Ingin dirinya paham apa yang kupahami. Berharap kepalsuan ini selesai sampai di sini tapi? Makin menarik.
.
Sempat trauma padanya yang pernah mengecewakan. Ah, tulisan jelek. Macet! Ah, macet lagi pula!! Hari itu aku merasa terinjak harga diri. Ketika dia yang kubela tak sesuai ekspektasi, tak punya tanggung jawab. Berharap dibersamakan dengan orang yang sepaham. Namun nyatanya nyelekit amat dalam. Ternyata tak semua orang lelaki yang berpaham dan mengkaji Islam sepertinya punya rasa tanggung jawab. Membela diriku saja tak pernah mati Matian?! Aku?? Aku siapa padanya? Membela bak raja yang patut kuTuhankan. Malas! Terpukul. Bagaimana rasanya? Jatuh ke tebing amat dalam tanpa ada pertolongan kecuali pertolongan dari Nya. Jika kukatakan masih ada secuil atas sepeser rasa untuknya. Jawabanku? Ya. Pastinya.
.
Kuputuskan supaya bisa melupakannya tanpa harus berpindah atau berhenti status dari masa organisasi kala itu. Seiring berjalan waktu memang tak semua diterapkan, tapi sudah sebagian besar. Kala dipenginapan itu aku melanggar banyak sekali tunggakan hukum Syara'yang sudah kulampaukan, berharap Tuhan Semesta alam mengampuniku Atas kekhilafahan ku selama di tempat tersebut. Aku tak ingin kejadian begini membuat dirinya makin tak diperjelas karena aku yang memberi pemahaman padanya dengan perilaku yang kutunjukkan. Inginnangis sejadi jadinya!!
.
Siapapun yang membaca ini adalah ungkapan bahwa aku? Tak pernah memainkan sesuatu. Sakit rasanya ketika aku banyak diambaikan, tapi seperti lainnya. Tapi, disisi lain aku punya status yang berbeda di hadapan dan pemikirannya. Yang membuatku makin kecewa adalah aku yang tak suka ditampakkan sesuatu yang cenderung melebihi biasanya. Sudah kupasrahkan membaca buku tersebut untuk diterapkan. Huhu🤧🤧🤧
.
Hai! Yang kukagumi. Berharap Allah mengijabahkan setiap pra kata yangku sebutkan dalam batin maupun kenyataan. Ya Allah, tolong buka pintu hidayah padanya agar, ia lebih bisa memahami Islam. Meski kami tak dekat lagi. Tak ada Senda gurau lagi, yang kuharapkan tetap sama. Hanya ingin hidayah datang terus menerus padanya. Kecil makin kecil, jika terkumpul akan menjadi besar. Allah Maha SegalaNya. Berharap semua yang kuharapkan.
.
Terimakasih. Sedikit tak apa kau tahui itu semua. Setidaknya kau tau juga tentang tata cara bergaul yang sesungguhnya. Setidaknya, kau tetap bertahan meski hanya sedikit sedikit mengetahui, lalu kemudian merasakan.
.
Allah. Kau hadirkan rasa fitrah ini pada gemilang kecintaan Islam. Selamanya tak kan pernah kudustakan.😔😩😩😩 Kuingin menangis sejadonya. ...
.
Ahlan baik! Semoga rasa ini membaik.
.
Aku tak ingin punya impian yang membuat kecewa dan cemburu oleh Allah karenaku. Aku lebih mencintai Nya. Tentang segala persoalan dibali itu adalah kedewasaan.
.
Pikiran mulai kacau. Terlebih dia sang penarik makin makin membuatku terpikat jilat. Hidup bagai puingan batu, yang berat ter-ombang ambing. Pernah kudaki setiap peristiwa mengenainya. Tentang masa masa yang pernah diingintahuinya. Senang bukan main?! Ah, kala itu, aku berimpian mungkin saja terwujud. Ingin dirinya paham apa yang kupahami. Berharap kepalsuan ini selesai sampai di sini tapi? Makin menarik.
.
Sempat trauma padanya yang pernah mengecewakan. Ah, tulisan jelek. Macet! Ah, macet lagi pula!! Hari itu aku merasa terinjak harga diri. Ketika dia yang kubela tak sesuai ekspektasi, tak punya tanggung jawab. Berharap dibersamakan dengan orang yang sepaham. Namun nyatanya nyelekit amat dalam. Ternyata tak semua orang lelaki yang berpaham dan mengkaji Islam sepertinya punya rasa tanggung jawab. Membela diriku saja tak pernah mati Matian?! Aku?? Aku siapa padanya? Membela bak raja yang patut kuTuhankan. Malas! Terpukul. Bagaimana rasanya? Jatuh ke tebing amat dalam tanpa ada pertolongan kecuali pertolongan dari Nya. Jika kukatakan masih ada secuil atas sepeser rasa untuknya. Jawabanku? Ya. Pastinya.
.
Kuputuskan supaya bisa melupakannya tanpa harus berpindah atau berhenti status dari masa organisasi kala itu. Seiring berjalan waktu memang tak semua diterapkan, tapi sudah sebagian besar. Kala dipenginapan itu aku melanggar banyak sekali tunggakan hukum Syara'yang sudah kulampaukan, berharap Tuhan Semesta alam mengampuniku Atas kekhilafahan ku selama di tempat tersebut. Aku tak ingin kejadian begini membuat dirinya makin tak diperjelas karena aku yang memberi pemahaman padanya dengan perilaku yang kutunjukkan. Inginnangis sejadi jadinya!!
.
Siapapun yang membaca ini adalah ungkapan bahwa aku? Tak pernah memainkan sesuatu. Sakit rasanya ketika aku banyak diambaikan, tapi seperti lainnya. Tapi, disisi lain aku punya status yang berbeda di hadapan dan pemikirannya. Yang membuatku makin kecewa adalah aku yang tak suka ditampakkan sesuatu yang cenderung melebihi biasanya. Sudah kupasrahkan membaca buku tersebut untuk diterapkan. Huhu🤧🤧🤧
.
Hai! Yang kukagumi. Berharap Allah mengijabahkan setiap pra kata yangku sebutkan dalam batin maupun kenyataan. Ya Allah, tolong buka pintu hidayah padanya agar, ia lebih bisa memahami Islam. Meski kami tak dekat lagi. Tak ada Senda gurau lagi, yang kuharapkan tetap sama. Hanya ingin hidayah datang terus menerus padanya. Kecil makin kecil, jika terkumpul akan menjadi besar. Allah Maha SegalaNya. Berharap semua yang kuharapkan.
.
Terimakasih. Sedikit tak apa kau tahui itu semua. Setidaknya kau tau juga tentang tata cara bergaul yang sesungguhnya. Setidaknya, kau tetap bertahan meski hanya sedikit sedikit mengetahui, lalu kemudian merasakan.
.
Allah. Kau hadirkan rasa fitrah ini pada gemilang kecintaan Islam. Selamanya tak kan pernah kudustakan.😔😩😩😩 Kuingin menangis sejadonya. ...
.
Ahlan baik! Semoga rasa ini membaik.
.
Aku tak ingin punya impian yang membuat kecewa dan cemburu oleh Allah karenaku. Aku lebih mencintai Nya. Tentang segala persoalan dibali itu adalah kedewasaan.
Komentar
Posting Komentar