Kelas Editor 12.19
.
Kelas pembuka Hipnowriting
Kiranya, apa hipnowriting itu untuk apa?
Awal yang sempet ragu. Saya yang sedari bikin draft buku dari masa SMA tak ada habisnya dibuat. Entah karena hal apa yang bisa mengulur hingga tahunan. Mungkin, dengan ikut kelas kelas branded ini bisa mengubah pola pikir yang kurang maksimal, lebih dimaksimalkan lagi.
.
Hari itu dimulai tanggal 10 dengan pemulaan kuis. Kenapa kuis? Kiranya kuisnya begini 'buat tulisan' dengan tema: 'Nulis itu Penting' waktu berjalannya hanya 2 menit. Cukup 2 menit saja menulis dilakukan. Nah, selepas selesai semisal contoh tulisan:
Nulis itu penting. Terlepas kita bisa atau tidak bisa. Nulis tetap penting. Terlepas kita mau atau tidak, menulis akan selamanya penting. Dan penting nya menulis adalah untuk diri kita sendiri juga orang lain. Cukupkan produktif setiap hari meluangkan waktu untuk menulis. Setidaknya satu paragraf satu hari.
.
Dengan menulis selama 2 menit tanpa edit! Ingat? Tanpa edit! Mungkin sedikit atau kebanyakan orang ketika menuliskan sesuatu ingin menyempurnakan tulisan tersebut. Tapi, tau kah kalian jika menulis dan edit itu 2 hal yang berbeda.
.
Pengantar Editing
Dipastikan selalu setiap pasti melakukan penyuntingan. Jenis tulisan apapun rupanya itu. Menulis dan menyunting adalah hal berbeda. Semua tulisan kecuali??
.
FW atau biasa kita kenal Fast writing. Dengan menulis cepat itu kita diperlukan terus menulis tanpa pandang jelek, typo, dan sebagainya.
.
Jadi, penting bukan menyunting tulisan?😄
Dan untuk membuat buku atau sebuah tulisan, mau gak mau penyuntingan tetap dilakukan. Ketika sedang menulis jangan coba coba sambil mengedit. Karena akibatnya bisa fatal, tulisan kita tak pernah usai?!
.
Menulislah sampai tuntas. Contohnya menulis di FB. Tulis aja. Baca ulang. Perbaiki tulisan. Baca lagi. Edit lagi sampai dirasa susdah sempurna dan mentok tak bisa diapa apakan.
.
Menulis satu buku pun juga begitu. Tulis sampai selesai tanpa edit. Meski, meski ada typo dan segala keganjalan dalam tulisan. Biarkan. Lalu, setelah tuntas 1 draf, baca ulang, menyunting, baca kemudian, edit lagi. Sampai 0 kesalahan menurutmu.
.
Pastikan akan menjadi buku. Tapi, ketika menulis buku satu halaman penuh coretan. Satu buku, penuh robekan. Dan pada endingnya, draf bukumu tak akan pernah bisa terselesaikan! Dan itulah mengapa kejadian yang saya alami. Ternyata itu sebabnya. Jangan mengulang kesalahan yang sama. Ketika anda menemukan jalan luas, janganlah kalian mengambilnya di jalan sempit. Begitu juga menulis. Ketika pernah ada kesalahan dalam tulis menulis, pastikan kesalahan itu tak dibenarkan kembali.
.
Pelakor (Penulis Nyambi Editor) pastilah karyamu tak akan pernah selesai selesai.
.
Pernah merasakan trauma dalam hal Menulis? Menulis kok tidak pernah selesai juga. Itu karena kesalahan dalam menulis sambil editing, tulisan tak ada tuntas tuntasnya.
.
Kesimpulan, Menulis apapun tuntaskan dulu. Kemudian dibaca ulang. Barulah edit akhirnya. Dan, kelar!!
.
Coba ambil buku bacaan apa saja dan anda melihat ada tulisan *editor?* Atau *penyunting?*
.
Setiap buku pasti ada editor nya. Meski menerbitkan sendiri. Kalau ada buku yang tidak ada editornya berarti dia sendiri yang mengedit. Meski gak dituliskan.
.
Kalaulah naskah teman teman masuk media Mizan dan sebagainya biasanya mereka ada tim editornya juga banyak dibuang sebagian besar. Tapi kalo diterbitkan sendiri ya editornya penulisnya. Dan Doble job.
.
Sudah terbayang???
.
Suka duka menerbitkan sendiri ya harus jual sendiri. Bedanya kalo penerbit besar sudah ada tim pemasaran tersendiri.
.
Tapi jangan patah semangat, ada medsos yang bisa kamu andalkan😄 apalagi dengan kota keluarga besar bisa saling tolong menolong untuk menjualkan juga.
.
Ingat. Tulis dulu, editing kemudian.
Komentar
Posting Komentar